
Shin Tae-yong meminta maaf kepada fans Timnas Indonesia setelah laga vs Laos. (@shintaeyong7777)
JawaPos.com - Shin Tae-yong (STY) secara resmi telah dipecat oleh PSSI. Kepastian tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir melalui konferensi pers yang dilakukan pada, Senin (6/1/2025).
Kabar pemecatan tersebut cukup menghebohkan masyarakat sepakbola Indonesia. Tidak sedikit orang yang kontra dan kecewa dengan kabar pemecatan asal Korea Selatan tersebut.
Pasalnya, STY dianggap melakukan kinerja yang baik dan memuaskan selama menahkodai Timnas Indonesia. Meski dianggap gagal dalam Piala AFF 2024, STY masih dinilai positif karena masih menjaga peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2024.
Selain itu, sejak dikontrak pada 2019, STY sudah menorehkan banyak prestasi dan sejarah untuk skuad Merah Putih, mulai dari mencapai final Piala AFF 2020, lolos dari fase grup Piala Asia 2023, semifinalis Piala Asia U23 2024, hingga lolos pertama kali ke Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sayangnya, segala torehan luar biasa itu dianggap masih belum cukup buat PSSI. Banyak yang mempertanyakan dasar keputusan PSSI terkait alasan pemecatan STY yang dianggap masih dalam performa positif.
Namun PSSI sejak dahulu memang sudah seperti itu. Sebelum STY, ternyata ada beberapa pelatih Timnas Indonesia yang mengalami hal serupa, yaitu dipecat meski performanya masih dianggap memuaskan oleh pecinta sepakbola, siapa mereka?
1. Luis Milla
PSSI membawa pelatih dengan nama mentereng pada awal 2017, Luis Milla. Sayangnya, pelatih asal Spanyol yang sebelumnya berhasil membawa Spanyol U-21 juara Piala Eropa U-21 2011 itu hanya melatih Timnas Indonesia sampai 2018 saja.
Pemecatan Luis Milla saat itu membuat pecinta bola Indonesia bertanya-tanya dan kecewa. Luis Milla diberi target oleh PSSI untuk juara SEA Games 2017 dan menembus semifinal Asian Games 2018.
Sayangnya, Indonesia hanya mendapat perunggu di SEA Games 2017 dan perempat final Asian Games 2018.
Meski begitu, Luis Milla dianggap berhasil oleh publik bola Indonesia karena menerapkan permainan yang atraktif. Salah satunya adalah raihan rekor torehan gol terbanyak Timnas Indonesia sepanjang keikutsertaan pada Asian Games.
Banyak yang berharap Luis Milla kembali diberi kesempatan karena dianggap prosesnya membaik seiring waktu, setidaknya setelah di Piala AFF 2018. Sayangnya, Luis Milla sudah dipecat terlebih dahulu kemudian digantikan Bima Sakti. Hasilnya, Indonesia hancur lebur di Piala AFF 2018.
2. Alfred Riedl
Indonesia tampil baik di Piala AFF 2010. Meski kembali gagal di final, performa Timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl dianggap memuaskan secara keseluruhan.
Saat itu pecinta timnas merasa fondasi awal kepelatihan Alfred Riedl sudah terbentuk dan ada rasa optimis terhadap timnas untuk terus berkembang meraih potensi maksimal.
