
Shin Tae-yong jadi salah satu pelatih yang catatkan sejarah bagi Timnas Indonesia. (Instagram @shintaeyong7777)
JawaPos.com - Isu pemecatan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Timnas Indonesia semakin mencuat. Bahkan kini media Thailand pun turut memberikan pandangan mengenai situasi ini.
Akun Twitter @ThaiFootballs baru-baru ini mengunggah cuitan yang memicu perbincangan. Cuitan tersebut terkait keputusan yang dihadapi PSSI mengenai masa depan pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Dalam cuitannya, media Thailand tersebut menyatakan bahwa dari sudut pandang luar, jika Timnas Indonesia memiliki 15 pemain yang bermain di Eropa, maka peran pelatih asal Korea Selatan bisa jadi tidak relevan.
"Jika ada 15 pemain berbasis Eropa dalam skuad, apa gunanya pelatih Korea yang bahkan tidak bisa berbahasa Inggris dengan mereka?" ujar akun tersebut.
Cuitan ini mengungkapkan pendapat bahwa, pada akhirnya, Indonesia mungkin perlu mengganti pelatih dengan sosok pelatih Eropa. Pelatih Eropa diharapkan bisa membimbing pemain dengan gaya permainan Eropa yang mereka kenal.
Pandangan ini mencerminkan adanya kebutuhan akan pelatih yang bisa lebih memahami budaya dan gaya permainan para pemain yang banyak berkarier di liga Eropa.
Namun, mereka juga mengingatkan tentang masalah timing.
Pasalnya, STY baru saja membawa Indonesia meraih kemenangan penting melawan Arab Saudi. Kemenangan ini semakin memperbesar peluang Garuda untuk lolos ke putaran berikutnya.
“Persoalannya adalah waktu yang tepat (timing). STY baru saja mengantarkan Indonesia meraih kemenangan atas Arab Saudi. Kemenangan ini meningkatkan peluang mereka untuk melaju ke babak selanjutnya. Mengganti pelatih saat ini berisiko mengganggu momentum tersebut. Pelatih baru membutuhkan waktu untuk membentuk tim,” tutur mereka.
Jika keputusan untuk mengganti pelatih dilakukan saat ini, maka bisa berisiko mengganggu momentum yang telah dibangun tim. Media Thailand menyoroti bahwa pelatih baru akan membutuhkan waktu untuk membangun tim. Pergantian pelatih saat ini bisa merusak konsistensi yang sudah tercipta.
Cuitan tersebut semakin memperjelas bahwa isu pemecatan STY bukan hanya menjadi sorotan domestik. Isu ini juga menarik perhatian media internasional, termasuk negara tetangga seperti Thailand.
Hal ini menunjukkan bahwa ketidakpastian mengenai masa depan pelatih Timnas Indonesia sedang menjadi perhatian banyak pihak. Baik di dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, di dalam negeri, perdebatan tentang apakah STY harus tetap melatih atau digantikan terus berlangsung. Sebagian pihak mendukung penuh kinerjanya dan lainnya menuntut perubahan demi hasil yang lebih baik di masa depan.
