
Skuad Persik Kediri memiliki persaingan yang cukup ketat di setiap posisi. (@persikofficial)
JawaPos.com - Persik Kediri memiliki atmosfer yang cukup positif dalam skuad mereka, sebab anak asuh Marcelo Rospide menghadapi persaingan sengit di berbagai posisi, termasuk di lini pertahanan dan lini tengah. Banyak pemain yang harus berjuang keras untuk mendapatkan kesempatan bermain, dan tidak sedikit yang belum mendapat jatah menit bermain hingga paruh pertama musim ini.
Di lini pertahanan, dua pemain, Zikri Ferdiansyah dan Didik Wahyu, tercatat belum pernah bermain dalam kompetisi Liga 1. Meski keduanya memiliki posisi yang sama sebagai bek tengah, mereka kesulitan untuk menembus skuad utama Persik Kediri.
Manajer Tim Persik, Mochamad Syahid Nur Ichsan, mengungkapkan bahwa posisi bek tengah di timnya memang sangat ketat persaingannya. Kiko Carneiro dan Hamra Hehanussa yang tampil konsisten menjadi pilihan utama pelatih untuk mengisi posisi tersebut, yang membuat Zikri dan Didik harus berjuang lebih keras.
“Posisi belakang kami kan persaingannya cukup ketat,” kata Syahid, yang mengakui sulitnya menembus posisi bek tengah di timnya. Syahid menambahkan bahwa lini belakang sulit tergantikan karena kedua pemain senior tersebut menunjukkan konsistensi yang luar biasa, sehingga Zikri dan Didik belum bisa memperoleh kesempatan bermain secara reguler.
Namun, persaingan tidak hanya terjadi di lini belakang. Lini tengah Persik Kediri juga diwarnai oleh persaingan sengit, terutama dengan keberadaan pemain asing yang turut memperburuk situasi.
Pemain lokal harus bersaing dengan pemain asing berkualitas tinggi, seperti Rohit Chand dan Ousmane Fane, untuk memperebutkan posisi inti. Bagi para pemain lokal, hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, gelandang sekaliber Evan Dimas Darmono hanya mendapat 22 menit bermain.
Meski begitu, Syahid menegaskan bahwa siapa pun yang dapat menunjukkan performa terbaik di setiap sesi latihan akan mendapatkan kesempatan bermain. Hal ini terbukti dengan keputusan pelatih untuk memberikan kesempatan kepada Ady Eko, yang berhasil menunjukkan performa luar biasa dalam latihan dan membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci untuk mendapatkan menit bermain.
“Siapapun yang ketika mendapat posisi itu, ketika dia bisa menjaga konsistensi pasti akan mendapat menit bermain,” ujar Syahid, yang menekankan pentingnya konsistensi dalam persaingan ini.
Dengan banyaknya opsi yang tersedia di tim, baik itu pemain lokal maupun asing, pemain yang mampu mempertahankan performa terbaiknya akan memperoleh tempat di starting eleven Persik Kediri.
Persaingan ketat ini menunjukkan bahwa setiap pemain harus siap bersaing dan bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan bermain, tak peduli apakah mereka pemain lokal atau asing. Keberhasilan tim pun tergantung pada seberapa baik setiap individu dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan.
