
Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius (tengah) memberikan instruksi kepada para pemainnya. Agius kini fokus kepada build-up Laskar Mahesa Jenar.
JawaPos.com – PSIS Semarang kembali menjalani latihan rutinnya setelah melakukan uji coba melawan tim Liga 2, Persijap Jepara, pada akhir pekan kemarin.
Pelatih PSIS, Gilbert Agius, memberikan perhatian khusus pada sisi build-up yang diperagakan anak asuhnya saat menjalani uji coba lawan Persijap lalu.
Pelatih asal Malta ini mencoba untuk mengaplikasikan ide dan pemikirannya dalam proses build-up serangan saat tim dalam posisi ditekan oleh lawan.
“Pada laga terakhir kami (lawan Persijap) memang ada kendala pada hal build-up. Ini cukup mengganggu karena dalam filosofi permainan yang ada, build-up ini adalah hal yang krusial. Sekali lagi kami tidak melihat hasil pertandingan, namun yang dilihat adalah sejauh mana progres yang didapat pemain dari latihan yang sudah kita jalankan,” kata Gilbert Agius.
Dan, catatan yang ada disebut Gilbert Agius adalah bagaimana lawan di uji coba akhir pekan lalu bermain dengan menerapkan pressing tinggi. Strategi lawan yang konsisten sepanjang laga itu diakuinya cukup sering merepotkan permainan anak asuhnya.
“Kami harus bisa mengatasi pressing tinggi seperti di laga akhir pekan lalu. Kami harus bisa mengantisipasinya dan ini yang terus kami latih tiap harinya,” tegas Gilbert Agius.
Dia juga mengaku senang dengan perkembangan terkini anak asuhnya, di mana Laskar Mahesa Jenar makin lengkap secara komposisi tim. Dan, ini tentu saja menjadi hal yang positif bagi PSIS untuk bisa tampil lebih lengkap dan lebih baik lagi di uji coba kedua lawan Persijap akhir pekan nanti.
Seperti diketahui, skuad berjuluk Mahesa Jenar mendapatkan pelajaran penting dari Persijap Jepara setelah dikalahkan sang lawan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (11/6), dengan skor 2-3.
Meski baru sebatas laga pra-musim, namun hasil yang didapat tentunya menjadi catatan penting bagi PSIS sebagai persiapan menuju Kompetisi Liga 1 2023/2024.
