
Wayne Rooney. (Instagram/@waynerooney)
JawaPos.com-Legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney, mengungkapkan pandangan jujurnya soal pengalaman di Piala Dunia 2010.
Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari akun @WeAreTheOverlap, Rooney menyebut turnamen yang digelar di Afrika Selatan itu sebagai Piala Dunia terburuk yang pernah ia rasakan.
Rooney tidak menyoroti kualitas pertandingan atau hasil tim, melainkan atmosfer yang menurutnya sangat jauh dari ekspektasi.
Ia menilai suasana yang biasanya meriah dan penuh energi justru terasa hambar selama turnamen berlangsung.
“Tidak ada Piala Dunia yang lebih buruk daripada Afrika Selatan 2010. Kamu tidak akan menemukan Piala Dunia yang lebih parah dari itu. Turnamen tersebut sama sekali tidak terasa seperti sebuah Piala Dunia,” ujar Rooney.
Mantan kapten Timnas Inggris itu juga mengingat momen saat pertandingan pertama melawan Timnas Amerika Serikat. Ia mengaku terkejut karena suasana stadion tidak seperti yang ia bayangkan.
“Saya ingat pertandingan pertama melawan Amerika Serikat; saat tiba di stadion, tidak ada apa-apa di sana. Tidak ada penggemar, tidak ada apa pun,” lanjutnya.
Menurut Rooney, salah satu daya tarik utama Piala Dunia adalah interaksi antara pemain dan suporter. Biasanya, kota tuan rumah dipenuhi oleh fans dari berbagai negara yang menciptakan atmosfer pesta sepak bola. Namun di Afrika Selatan 2010, ia merasa hal tersebut tidak hadir.
“Atmosfernya nol besar. Biasanya di Piala Dunia, penggemar ada di mana-mana, kamu bisa merasakan suasananya. Tapi yang ini terasa mati, tidak ada apa-apa. Benar-benar tidak terasa seperti Piala Dunia sama sekali,” tambahnya.
Komentar Rooney ini pun memicu diskusi di kalangan penggemar sepak bola. Sebagian setuju bahwa atmosfer di Afrika Selatan memang berbeda, sementara yang lain mengingat turnamen tersebut tetap bersejarah karena menjadi Piala Dunia pertama di benua Afrika.
Terlepas dari kritik tersebut, Piala Dunia 2010 tetap dikenang dengan berbagai momen ikonik, mulai dari suara vuvuzela yang khas hingga keberhasilan Timnas Spanyol meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya.
Pandangan Rooney ini menjadi pengingat bahwa pengalaman pemain di turnamen besar tidak hanya ditentukan oleh hasil di lapangan, tetapi juga suasana yang mengiringinya. Atmosfer, dukungan suporter, dan euforia global menjadi bagian penting yang membentuk kesan sebuah Piala dunia.
