
Mohamed Salah, striker legendaris Liverpool, sedang memasuki fase sulit dalam kariernya. (Dok. Instagram/@mosalah)
JawaPos.com - Mohamed Salah, striker legendaris Liverpool, sedang memasuki fase sulit dalam kariernya. Setelah bertahun-tahun tampil memukau dan memecahkan berbagai rekor di Anfield, musim ini grafik performanya tampak menurun.
Empat gol dan dua assist dari 12 pertandingan Liga Primer menjadi sinyal bahwa pemain berusia 33 tahun itu mulai kehilangan ketajaman yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Melansir Fichajes, penurunan ini bukan hanya soal angka. Secara fisik dan taktis, Salah terlihat tidak seeksplosif musim-musim sebelumnya. Liverpool pun mulai realistis, mereka menyadari usia sang pemain dan penurunan performanya, sehingga kini bersedia mendengarkan tawaran transfer.
Meski kontraknya masih berlaku hingga 2027, kemungkinan kepergiannya semakin besar. Tujuan paling mungkin? Timur Tengah, khususnya klub-klub Arab Saudi yang siap menawarkan kontrak supermenggiurkan.
Babak Baru di Ujung Karier Salah
Sulit membantah status Mohamed Salah sebagai salah satu ikon terbesar Liverpool. Dengan 250 gol dan 116 assist dalam 419 penampilan, kontribusinya sudah cukup untuk menempatkan namanya dalam buku sejarah klub.
Kecepatan, dribling tajam, penyelesaian klinis–semua itu membentuk era keemasan Liverpool yang dipenuhi trofi: Liga Primer, Liga Champions, hingga berbagai gelar prestisius lainnya.
Namun seperti halnya semua pemain hebat, waktu akhirnya berbicara. Cedera minor, tekanan fisik Liga Primer, serta perubahan taktik membuat perannya mulai mengecil.
Hal yang dulu menjadi senjata mematikan kini memiliki risiko. Salah kini berada di fase transisi, mencoba menyesuaikan diri dengan tuntutan baru sambil menghadapi perlambatan performa yang tak bisa dihindari.
Situasi di Anfield: Regenerasi Tak Bisa Ditunda
Liverpool sedang memasuki masa regenerasi penting. Banyak pemain muda mulai mengambil alih peran, membuat masa depan para veteran—termasuk Salah—menjadi tanda tanya besar.
Kontraknya memang berlangsung hingga 2027, tetapi bagi klub, mempertahankan pemain dengan gaji tinggi tanpa jaminan performa optimal bisa menjadi beban besar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, Liverpool terbuka untuk tawaran besar yang bisa memberi ruang finansial dan menyegarkan skuad.
Bagi Salah sendiri, opsi hengkang mungkin justru menguntungkan. Ia bisa mengamankan masa depan finansial sekaligus menutup petualangan Eropanya dengan elegan.
Arab Saudi: Panggung Akhir yang Masuk Akal
Liga Arab Saudi tampil sebagai kandidat ideal bagi Mohamed Salah. Dalam beberapa tahun terakhir, liga ini menjadi magnet bagi para bintang senior Eropa berkat kontrak bernilai fantastis dan atmosfer yang lebih santai dibanding kompetisi Eropa.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
