
Final AFCON 2025 (Bein Sports)
JawaPos.com - Final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko menyisakan polemik besar yang menyita perhatian publik sepak bola Afrika.
Laga puncak yang seharusnya menjadi perayaan prestasi justru diwarnai serangkaian insiden kontroversial.
Keputusan wasit, reaksi pemain, hingga momen krusial di lapangan menciptakan drama berkepanjangan.
Berikut 4 peristiwa kontroversial yang mewarnai final AFCON 2025, seperti dilansir dari laman Bein Sports pada Selasa (20/1).
Baca Juga: Premier League Kehilangan Banyak Pemain Kunci Saat AFCON 2025 Bergulir, Liverpool Kehilangan Salah
Kontroversi bermula ketika wasit menunjuk titik penalti untuk Maroko setelah insiden tarikan baju terhadap Brahim Díaz. Keputusan tersebut dinilai merugikan Senegal karena dianggap minim pelanggaran. Protes keras langsung dilayangkan para pemain Singa Teranga kepada perangkat pertandingan. Situasi ini memicu ketegangan tinggi di tengah jalannya laga final.
Merasa keputusan wasit tidak adil, para pemain Senegal memilih meninggalkan lapangan menuju terowongan stadion. Aksi tersebut menyebabkan pertandingan terhenti hampir sepuluh menit. Suasana stadion berubah kacau dan penuh ketidakpastian. Insiden ini menjadi salah satu momen paling jarang terjadi dalam sejarah final Piala Afrika.
Setelah laga kembali dilanjutkan, Brahim Díaz dipercaya sebagai eksekutor penalti Maroko. Gelandang Real Madrid itu mencoba mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka. Namun, kiper Senegal Édouard Mendy membaca arah bola dengan sempurna. Kegagalan tersebut menjadi titik balik psikologis dalam pertandingan.
Senegal berhasil memanfaatkan momentum setelah penalti Maroko gagal dieksekusi. Pada babak tambahan waktu, Singa Teranga mencetak gol penentu kemenangan. Gol tersebut memastikan Senegal keluar sebagai juara AFCON 2025. Final ini pun dikenang sebagai laga dramatis yang sarat kontroversi.
