
FC Barcelona merayakan juara Piala Super Spanyol (Instagram @jlaportaoficial)
JawaPos.com- FC Barcelona baru-baru ini mengumumkan penjualan 475 kursi VIP di Stadion Spotify Camp Nou kepada dua investor dari Timur Tengah, yaitu dari Qatar dan Uni Emirat Arab, dengan total nilai 100 juta euro. Kesepakatan ini memberikan hak kepada para investor untuk memanfaatkan kursi-kursi VIP tersebut selama 30 tahun ke depan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi finansial klub yang sedang tidak sehat untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi persyaratan financial fair play yang ditetapkan oleh LaLiga.
Dengan tambahan dana ini, Barcelona berharap dapat kembali ke aturan 1:1 dalam hal pengeluaran dan pendapatan, yang memungkinkan mereka mendaftarkan pemain baru seperti Dani Olmo dan Pau Victor.
Penjualan kursi VIP ini mengadopsi model bisnis yang umum digunakan di liga olahraga Amerika seperti NFL dan NBA, dikenal sebagai Personal Seat License (PSL).
Dalam model ini, investor membeli lisensi untuk kursi premium dan memiliki opsi untuk menggunakannya sendiri atau menjualnya kembali, sehingga menciptakan sumber pendapatan yang stabil bagi klub selama periode kontrak.
Meskipun penjualan kursi VIP ini berhasil, Barcelona masih menghadapi tantangan dalam mendaftarkan pemain baru. LaLiga menolak pendaftaran Dani Olmo dan Pau Victor karena klub belum sepenuhnya memenuhi persyaratan financial fair play.
Laporta membantah dan menyatakan bahwa klub telah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan sebelum batas waktu yang ditetapkan, namun LaLiga meminta persyaratan tambahan yang menyebabkan penundaan dalam pendaftaran pemain.
Meskipun menghadapi tantangan finansial dan administratif, FC Barcelona berhasil mendaftarkan Dani Olmo dan Pau Victor berkat intervensi dewan tinggi olahraga Spanyol (CSD) walaupun bersifat sementara sampai putusan banding Barcelona keluar.
