
Jose Mourinho (kanan) & Sir Alex Ferguson (kiri) foto bersama saat menonton pertandingan di stadion secara langsung. (Dok. Instagram/@josemourinho)
JawaPos.com - Jose Mourinho dikabarkan akan segera kembali merapat ke Liga Inggris. Pelatih yang memiliki julukan The Special One tersebut jadi nama teratas pengganti Sean Dyche sebagai pelatih kepala Everton.
Peluang sangat terbuka untuk Jose Mourinho mengisi kursi panas klub asal Merseyside tersebut. Pemilik baru Everton, The Friedkin Group (TFG) dipercaya akan segera mengusir Dyche dari Goodison Park paling cepat minggu depan.
Melansir dari The Sun, Sean Dyche membeberkan bahwa TFG telah memberi kode kepadanya bahwa bisa jadi, pertandingan Everton melawan Peterborough United di ajang Piala FA, menjadi laga terakhirnya bersama Toffees. Tetapi, itu masih menjadi pertimbangan bagi jajaran petinggi TFG.
“Seharusnya begitu. Jika bisnis Anda sebesar ini dengan klub seperti ini (Everton), maka perencanaan untuk sukses harus menjadi bagian rencana mereka. Saya tidak masalah sekali dengan hal itu,” ujar Dyche tentang isu pemecatannya.
“Saya pikir itu terjadi kepada semua tim sepak bola. Itu pasti bagian dari bisnis. Saya yakin itu adalah hal normal di dunia bisnis,” tambah Dyche.
David Moyes juga akan kembali musim panas mendatang ke Everton, TFG telah menghubungi mantan pelatih Toffees pada tahun 2002-2013 tersebut untuk masuk ke dalam jajaran staff kepelatihan yang akan berpindah Stadion Bramley-Moore Dock awal musim depan.
Penunjukkan The Special One nantinya akan menjadi cerita yang mengagetkan. Mengingat TFG yang juga pemilik klub Serie A Italia, AS Roma, yang mendepak Jose Mourinho secara tidak terhormat tahun lalu.
Mourinho pernah membawa klub London, Chelsea ke puncak kejayaan pada awal tahun 2000an. Selain itu, Mou juga pernah menukangi Manchester United selama dua tahun. Lalu Jose Mourinho mengambil alih kursi kepelatihan Fenerbache di musim panas 2023. Sayangnya, yang terjadi malah peperangan dengan pihak otoritas Turki di tengah berjalannya Liga Turki.
Meski Mou telah disakiti FSG saat mendepaknya di Italia, namun kesempatan kembali ke Liga Inggris adalah hal berharga bagi pria 61 tahun itu untuk membuktikan dirinya bahwa masih layak memimpin tim papan atas.
Sean Dyche yang telah memimpin Everton selama dua tahun tampak sudah mengetahui akan segera dipecat. Para penggemar Toffees tidak menyukai cara Dyche meracik strategi yang terlalu bertahan saat bertanding.
Selain itu, Everton kini masih tertahan di papan bawah. Persaingan untuk naik ke atas tampak mustahil bagi mereka. Dari 19 pertandingan di paruh musim pertama Liga Inggris, Toffees bersama Dyche hanya mampu menang tiga kali saja. Kini mereka hanya berjarak satu poin dari zona degradasi.
