
Thailand bertekad menjadi yang terbaik di sepak bola Asia. (Media FAT)
JawaPos.com - Timnas Thailand baru saja mengalami kekalahan menyakitkan atas rival Asia Tenggara yang memiliki pengalaman meyakinkan di ajang AFF Championsip 2024, Vietnam. Mirisnya Thailand kalah di Rajamangala Stadium, kandang pasukan Negeri Gajah Putih.
Namun, prestasi Timnas Thailand juga perlu diapresiasi di ajang AFF dan juga di kancah Asia. Thailand selalu memunculkan muka baru dalam dunia sepak bola. Terakhir, muncul nama Suphanat Mueanta yang berkarier di klub Liga Premier Inggris, Leicester City.
Suphanat Mueanta mengikuti jejak pendahulunya, Teerasil Dangda, yang pernah berkarier di Manchester City. Kemunculan Suphanat Mueanta di kancah sepak bola adalah berkat pembinaan usia dini yang lebih dahulu dimulai dibanding Indonesia.
Pembinaan usia dini yang dilakukan oleh Thailand dimulai dari U-13, U-15, U-17, dan U-19. Sementara itu, dalam jenjang profesional, Liga Thailand dibagi menjadi tiga kasta, Thai League 1, Thai League 2, dan Thai League 3.
Isi dari Thai League 1 adalah 16 klub, Thai League 2 berisi 18 klub, dan Thai League 3 yang berisi 72 klub dan terbagi ke 6 regional. Sejak tahun 2020, Federasi Sepak Bola Thailand dapat melaksanakan dan membimbing seluruh kegiatan kompetisi usia muda tersebut.
Berkat pembinaan usia muda dan struktur kompetisi yang jelas dari Liga Thailand, mereka menempati peringkat ke-8 di Asia. Peringkat ini menjadi yang tertinggi dari negara Asia Tenggara lainnya, dan lebih tinggi dibandingkan Liga Irak dan Liga Australia.
Tidak jarang, Liga Thailand menjadi tujuan bagi pemain berkewarganegaraan Indonesia untuk melanjutkan kariernya. Terakhir, ada nama Pratama Arhan yang bergabung dengan Bangkok United. Sebelumnya juga ada nama Asnawi Mangkualam bersama Port FC.
“Memang paling bener seharusnya dia abroad langsung ke Thailand, sorry to say tapi level pemain kita belum sampai banget kalo abroad langsung ke Jepang. Semoga titahnya Asnawi bisa nular ke Arhan,” ungkap akun @RRVandle menanggapi kepindahan Pratama Arhan ke Bangkok United.
Liga Thailand juga pernah menjadi tujuan bagi mantan pemain Timnas Indonesia lainnya, seperti Yanto Basna. Yanto Basna dikabarkan juga kembali merumput bersama PT Prachuap pada awal 2024.
Karier Yanto Basna di Thailand juga cukup mentereng, ada tiga klub yang pernah merasakan jasanya, yaitu PT Prachuap, Khon Kaen FC, dan Sukhotai FC. Liga Thailand memang mempunyai jalan yang sehat dan lebih tertib dibanding Liga Indonesia.
Klub-klub Liga Thailand diwajibkan oleh federasi untuk mempunyai sistem manajerial dan keuangan yang baik. Selain itu, Liga Thailand juga menetapkan standar kualitas stadion yang tinggi. Hasilnya bisa dilihat pada stadion Buriram United dan Bangkok Glass.
Dalam urusan pembinaan usia muda, Liga Thailand juga memiliki akademi yang dikelola klub. Di akhir 2024, Buriram United membangun Buriram Training Ground yang terletak di sebelah kandang miliknya, Thunder Castle Stadium Buriram.
Buriram United mengambil alih label pembinaan terbaik, mulai dari pemain muda sampai fasilitas dari Chonburi FC. Gelar ini diinisiasi oleh AFC dengan nama AFC Elite Youth Scheme Stars. Kini, Buriram siap memproduksi pemain muda lainnya bagi Thailand.
Saat ini, Liga Thailand juga sudah dapat langsung masuk ke Liga Champions Asia karena diakui oleh AFC berdasarkan ranking negara. Nama-nama seperi Chanatip Songkrasin dan Theraton Bunmatan bersinar di kompetisi tertinggi Asia tersebut.
Prestasi klub Liga Thailand di kompetisi elit antarklub Asia tersebut juga tidak main-main. Tercatat pada 2021, ada empat tim yang mewakili Thailand di kompetisi tersebut. Selain itu, tim Thai Farmers Bank pernah juara dalam dua edisi, musim 1993/1994 dan 1994/1995.
