
Tim MAJU Misi Budaya SMP Labschool Jakarta usai tampil di festival International Competition & Festival of Folklore, Dance and Music "ETOILES DE PARIS" pada Selasa (31/10).
JawaPos.com - Karya seni budaya Indonesia mendapat pengakuan di panggung internasional. Pengakuan itu di panggung festival International Competition & Festival of Folklore, Dance and Music "ETOILES DE PARIS" pada Selasa (31/10). Dengan namanya sudah jelas festival itu berlangsung di Paris, Prancis.
Adapun tarian yang mengharumkan nama Indonesia adalah Tarian Kedok Tiga, khas dari Betawi, DKI Jakarta. Tari itu ditampilkan oleh putra-putri Indonesia dari SMP Labschool Jakarta, Jakarta Timur. Mereka tergabung dalam Tim MAJU Misi Budaya SMP Labschool Jakarta.
Wisma Linda selaku koreografer sekaligus penata tari mengatakan, tari Kedok Tiga merupakan garapan tari baru dari Betawi yang diadaptasi dari pertujukan Tari Topeng Tunggal Betawi, DKI Jakarta. Tari Kedok Tiga itu dimainkan oleh 11 penari.
"Hasilnya dewan juri dan penonton terpukau pada penampilan tim kami," ungkap Wisma Linda kepada JawaPos.com, Kamis (2/11).
Atas penampilan itu, Tim MAJU Misi Budaya SMP Labschool Jakarta mendapat predikat Grand Prix. Predikat itu merujpakan penghargaan tertinggi di ajang International Competition & Festival of Folklore, Dance and Music "ETOILES DE PARIS".
“Tari ini membawakan Tiga Karakter Topeng Panji (karakter lembut), Samba (karakter lincah), Jingga (karakter Gagah)," ujar Linda.
Tim MAJU Misi Budaya SMP Labschool Jakarta usai tampil di festival International Competition & Festival of Folklore, Dance and Music "ETOILES DE PARIS" pada Selasa (31/10).
Dia menjelaskan maksud dari tari Kedok Tiga yaitu menampikan karakter sifat manusia sesungguhnya. Tari itu menggambarkan karakter sifat manusia yang terlahir ke dunia seperti kertas putih bersih. Dalam proses kehidupan membentuk berbagai karakter sifat yang berbeda-beda, tetapi pada akhirnya manusia akan kembali kepada semesta tanpa membawa karakter dan sifat yang melekat pada dirinya.
Untuk diketahui, International Competition & Festival of Folklore, Dance and Music "ETOILES DE PARIS" diikuti sebanyak 110 grup dari berbagai negara. Di antaranya Indonesia, Malaysia, Lithuania, Armenia, Ukraina, Slovakia, Bulgaria, dan Kroasia.
Kepala SMP Labschool Jakarta Asdi Wiharto mengaku sangat bangga dalam keberhasilan anak-anak didiknya. “Rasa bersyukur dan bangga atas perolehan anak-anak kami membawa nama harum Indonesia ke kancah internasional patut diapresiasi. Kedisiplinan dan tekad kuat mengenalkan dan mempopulerkan tarian Betawi di apresiasi dengan menjadi juara”.
Asdi berharap momen itu dapat menjadi pemicu semangat pelajar Indonesia untuk terus bangga dan mengenalkan budaya Tanah Air di kancah internasional. Sehingga, Profil Pelajar Pancasila yang digaungkan pemerintah menjadi aksi nyata.
"Dengan semangat kebinekaan global, tim ini berhasil menunjukkan kepada publik bahwa tarian tradisional bukanlah hal yang usang. Justru perlu patut bangga, perlu dilestarikan, dan kita perkenalkan luas kepada dunia internasional,” ungkap Asdi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
