
Program Indonesia Pintar di Timor Tengah Utara, NTT.
JawaPos.com - Program Indonesia Pintar (PIP) mulai digelar di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT. Program tersebut diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pemerintah Kabupaten TTU, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Kibar Indonesia (Kibar).
Program tersebut bertujuan untuk mengentas kemiskinan dan buta aksara. Kegiatan itu juga melibatkan LPK Feto Mone dari Yayasan Yabiku.
"Program ini adalah wujud tekad pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla untuk mengentaskan kemiskinan dan buta aksara langsung pada masyarakat sasaran. Peluncuran bertempat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) juga adalah pelaksanaan semangat Nawacita, membangun Indonesia dari pinggiran," ujar Maria Goreti Bulor, perwakilan dari NGO Plan Internasional Indonesia, organisasi yang berpengalaman membantu anak putus sekolah untuk mandiri secara ekonomi, sebagaimana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/12).
Dia menjelaskan, PIP dilaksanakan melalui Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK), dengan pendidikan langsung praktik selama 150 jam, serta dilanjutkan dengan praktik wirausaha bagi PKW.
Kedua pendidikan itu mengambil model pendidikan berbasis potensi setempat, langsung praktik dan pendampingan saat melakukan wirausaha, yang sejauh ini dinilai telah berhasil.
"Di samping itu, pendidikan dan wirausaha ini juga dirancang mengacu pada aspek serapan pasar yang tersedia. Kami menyambut baik program pemerintah ini karena memang model seperti ini yang bisa berhasil, yaitu pendidikan langsung praktik dan adanya pendampingan wirausaha setelah pendidikan," kata dia.
Ketua Yayasan Yabiku, Maria Filiana Tahu menambahkan, program yang komprehensif seperti ini membutuhkan kerja serius dari LPK pelaksana. Komitmen dibutuhkan mulai dari verifikasi data peserta sasaran, pendidikan praktik yang berkualitas, dan pendampingan wirausaha setelah pendidikan.
"Pemerintah sekarang sudah beda, mereka ingin keberhasilan itu nyata. Tapi masalah data peserta sasaran sebaiknya bottom up (dari bawah ke atas) saja, dengan kriteria dari pemerintah," papar perempuan yang juga Ketua Komisi C DPRD Kabupaten TTU itu.
Sementara itu, menurut Sekretaris Tingkat Nasional PIP Kibar Indonesia, Eusebia Pareira, pihaknya banyak menerima masukan dan permintaan dari lembaga pendidikan nonformal yang menjadi ujung tombak program ini agar pemerintah membantu penguatan mereka melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Permintaan penguatan ini berlangsung hampir di seluruh Indonesia.
"Mereka (lembaga pendidikan nonformal) resah, kok belum juga ada dukungan kepada mereka. Tugas mereka berat, pemerintah jangan lupakan, dong," kata dia.
Kibar sendiri telah menyiapkan sedikitnya enam provinsi guna disasar program PIP pada 2018. Antara lain Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022