
Anggota Dewan Syura DPP PKB KH Aceng Adang Ruhiat, Wakil Ketua Dewan Syura KH Maman Imanulhaq dan Anggota Dewan Syura KH Syihabudin Ahmad saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (14/1/2023). Ijtima
JawaPos.com - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, menyatakan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 sebagai momentum penting untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga iman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Ia menilai, santri bukan hanya ahli ibadah, tetapi juga agen perubahan sosial yang membawa nilai kasih sayang bagi semesta alam.
Pernyataan itu disampaikan pria yang karib disapa Kiai Maman usai menghadiri apel Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Titik Nol Barus, Tapanuli Tengah, Rabu (22/10). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) sekaligus Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.
Ia menegaskan, tantangan globalisasi menuntut santri untuk memiliki kecakapan baru, baik dalam ilmu pengetahuan, teknologi, maupun kepemimpinan sosial. Karena itu, pesantren perlu terus beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan akar tradisi dan nilai keislaman.
“Kemandirian santri dan pesantren harus menjadi agenda nasional. Dari pesantren, lahir generasi yang religius, mandiri, dan inovatif untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang berperadaban,” ujarnya.
Pemilihan Barus sebagai lokasi peringatan Hari Santri Nasional 2025 dinilai sarat makna, sebab wilayah ini dipercaya sebagai gerbang pertama masuknya Islam ke Nusantara.
“Dari Barus, simbol pertemuan peradaban, gema Hari Santri 2025 bergema kuat. Santri adalah kekuatan spiritual, intelektual, dan kultural yang siap membawa Indonesia menuju peradaban dunia,” ungkap Kiai Maman.
Maman juga menyambut gembira keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap dunia pesantren dan komitmen terhadap kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.
“Pembentukan Ditjen Pesantren adalah kado terindah untuk Hari Santri 2025. Ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo benar-benar memahami peran strategis pesantren dalam membentuk karakter, moralitas, dan kemandirian bangsa,” ujarnya.
Sebab, selama ini pesantren telah menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Dengan adanya Ditjen Pesantren, koordinasi dan pembinaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi umat. Presiden Prabowo dengan langkah ini telah memberikan ruang yang lebih besar bagi pesantren untuk berkembang,” jelas Maman.
Lebih lanjut, Maman berharap pembentukan Ditjen Pesantren menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.
“Hari Santri tahun ini menjadi sangat istimewa. Presiden Prabowo memberikan bukti nyata keberpihakannya kepada santri dan pesantren,” pungkasnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
