Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Januari 2025, 01.18 WIB

Opsen dan PPN 12 Persen bikin Industri Otomotif Putar Otak, Begini Kata COO HMID Fransiscus Soerjopranoto

Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia. (Istimewa). - Image

Fransiscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia. (Istimewa).

 
JawaPos.com-Memasuki tahun 2025, sejumlah regulasi baru ditetapkan pemerintah. Salah satunya adalah kenaikan pajak dari sebelumnya 11 persen menjadi 12 persen. Selain itu, pungutan lain yang mesti dibayar masyarakat adalah opsen pajak.
 
 
Regulasi baru tersebut tentunya membuat banyak sektor terdampak. Demikian juga pada industri otomotif, kenaikan pajak dan opsen pajak bikin industri ini putar otak, bagaimana caranya supaya dampaknya nggak dirasakan konsumen yang mungkin berimbas pada penurunan daya beli.
 
Betapa tidak, regulasi berupa kutipan baru dan kenaikan pajak ini jelas akan secara langsung mempengaruhi harga mobil. Siapa yang akan menanggung? Ya masyarakat.
 
Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), berharap bahwa pemerintah dapat secepatnya mengambil keputusan dengan cepat terkait kebijakan-kebijakan yang akan diberlakukan di Tanah Air. Tujuannya agar pelaku industri bisa menerapkan langkah yang tepat.
 
"Kalau kita secara pelaku industri melihat bahwa government regulation yang tadinya masih abu-abu, sekarang sudah mulai menunjukkan titik terang. Kemarin baru kita terima yang PPNBM, jadi kita tunggu saja masih ada hybrid dan masih ada untuk PPN yang BEV," kata Frans, sapaan karibnya di peluncuran mobil baru Hyundai New Creta di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (9/1).
 
Frans berharap untuk pemerintah secepatnya aturan tersebut bisa dikeluarkan, sehingga dari situ pemain atau pelaku industri bisa langsung mengimplementasinya dengan tepat.
 
"Tadi disampaikan bahwa market itu kecenderungannya akan turun karena uncertainty (ketidakpastian) masih ada, tapi opsen tax  isunya, jarena kita lihat ada Kementerian Dalam Negeri Itu kan mengeluarkan imbauan masing-masing Dispenda untuk bisa meminimalisasi Impact dari opsen tax," lanjut Frans.
 
Meski opsen pajak dan kenaikan PPN berpotensi sekali untuk menurunkan daya beli, Frans berharap, dari sisi Hyundai, dengan adanya insentif mobil hybrid, pihaknya bisa sedikit merasakan manfaatnya.
 
Apalagi, Hyundai saat ini memiliki deretan mobil hybrid yang bisa dibilang gencar diluncurkan dalam kurun waktu setengah tahun terakhir ini. SantaFe Hybrid ada, terbaru juga ada New Tucson Hybrid dan Hyundai memastikan bakal merilis mobil hybrid lainnya dalam waktu dekat. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore