JawaPos.com - Di masa saat mobil dengan transmisi manual sekarang terasa asing, nggak heran kalau banyak orang nggak bisa mengemudikan mobil manual. Mungkin bisa mengemudikannya, tapi proses pindah gigi, keserasiannya dengan pijakan kopling mungkin tidak mudah dan kagok.
Apalagi saat berkendara jauh, melewati kondisi jalan yang nggak bisa ditebak. Seperti misalnya harus melewati rute jalan menanjak atau menurun, mengemudi mobil manual jadi terasa semakin sulit buat yang nggak ahli.
Memang apa bedanya mengemudikan mobil di tanjakan dengan kondisi jalan rata? Tentu berbeda. Jika kondisi jalan rata, Anda tidak akan banyak melibatkan penggunaan kopling, gas dan rem.
Tidak demikian dengan kondisi jalan menanjak. Untuk kondisi jalan tanjakan yang tidak terlalu tinggi, posisi gigi perslening 2 atau 3 sudah mencukupi. Tapi, jika tanjakan cukup tinggi, kondisi gigi perslening diturunkan ke posisi 1 saja.
Kalau tetap dipaksakan, dikhawatirkan mobil tidak akan menanjak, malah akan turun. Belum lagi saat kondisi jalan macet di tanjakan, yang nggak biasa pasti akan ada gejala sedikit mundur pada mobil. Bahaya.
Selain itu, bagi para pengemudi pemula, mengemudi mobil manual di tanjakan sering kali menjadi momen yang menegangkan. Saat menghadapi kemiringan curam, rasa takut dan kekhawatiran bisa muncul karena ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar mobil tidak tergelincir atau mati.
Perlu diingat juga bahwa cara mengoperasikan mobil manual berbeda dengan mobil matic. Pada mobil manual, Anda perlu mengoperasikan 3 pedal yaitu kopling, gas, dan rem, agar mobil bisa melewati jalan yang menanjak dengan aman.
Cara mengemudi mobil manual di tanjakan supaya aman adalah dengan menggunakan gigi atau persneling rendah, bisa di gigi 1 atau gigi 2. Gigi 1 dapat digunakan saat menghadapi tanjakan yang curam, sedangkan gigi 2 digunakan untuk tanjakan dengan kondisi yang lebih landai.
Dengan memilih gigi yang sesuai dengan kemiringan tanjakan, Anda dapat mengoptimalkan efektivitas dalam mengemudi dan menjaga mobil agar tetap stabil saat melintasi jalur yang menanjak.
Perlu diketahui, saat ini banyak pengendara mobil manual yang terbiasa menggunakan teknik setengah kopling saat melewati jalan tanjakan. Meskipun cara tersebut dapat dilakukan, namun perlu diingat bahwa penggunaan setengah kopling secara berulang dapat membuat kopling menjadi cepat aus.
Ketika berhenti di jalan yang menanjak, Anda bisa menggunakan rem tangan agar mobil tidak berjalan mundur atau turun. Selanjutnya, saat Anda ingin melanjutkan perjalanan, Anda dapat melepaskan rem tangan secara perlahan kemudian lepas kopling dan rem. Pastikan kaki kanan Anda juga mulai menginjak pedal gas agar mobil bergerak maju.
Saat mobil berhenti di tanjakan, Anda dapat menggunakan dua pedal sekaligus, yaitu pedal rem dan kopling. Selain itu, pastikan transmisi mobil berada dalam posisi gigi 1. Dengan cara ini, maka mobil bisa berhenti namun kondisi mesin masih tetap menyala.
Kemudian ketika ingin melanjutkan perjalanan, injak pedal gas hingga mencapai sekitar 2000 rpm, dan pada saat yang bersamaan lepaskan perlahan pedal kopling dan rem hingga posisi setengah.
Kondisi ini akan menghasilkan teknik setengah kopling dengan pedal rem tetap dalam posisi siap. Dengan demikian, saat mobil di depan Anda berhenti, maka Anda bisa langsung menekan pedal rem dengan kaki kiri untuk menghentikan mobil tanpa mematikan mesin.
Bagi pengemudi pemula, mengemudikan mobil manual di jalan menanjak saat lalu lintas padat menjadi suatu tantangan tersendiri. Jika jalan menanjak yang akan dilewati memiliki kondisi yang tidak curam atau cukup landai, maka Anda dapat menggunakan kombinasi rem dan kopling dengan memperhatikan putaran mesin.
Caranya, injak pedal rem saat mobil ingin berhenti dan pindahkan persneling ke posisi netral. Saat Anda ingin mulai kembali berjalan maju, Anda dapat melepaskan pedal rem secara perlahan sambil melepaskan pedal kopling.
Dalam posisi ini, mobil akan bergetar dan mulai bergerak maju perlahan. Perlu diperhatikan, teknik ini efektif pada tanjakan yang tidak terlalu tinggi saja dan pastikan untuk selalu menjaga jarak dengan kendaraan di depannya.