
Ilustrasi lalu-lintas di Kota Gaungzhou, Tiongkok. (Thechinadailyhk.com)
JawaPos.com-Tidak bisa dielakkan bahwa Tiongkok adalah kiblat kendaraan elektrifikasi, terutama mobil listrik. Berbagai jenama asal Negeri Tirai Bambu, baik yang telah lama berdiri maupun merek pendatang baru, berlomba-lomba meluncurkan produk mobil listrik terbaru mereka.
Jenama-jenama tersebut terus berekspansi ke seluruh dunia untuk memasarkan produk-produknya. Lantas, bagaimana penjualan kendaraan elektrifikasi di Tiongkok sendiri?
Data awal yang dikeluarkan The China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan rekor penjualan New Energy Vehicle (NEV) sepanjang masa di Tiongkok. NEV di negara tersebut merujuk pada kendaraan listrik murni, kendaraan plug-in hybrid, dan kendaraan hidrogen.
Pada tahun 2024, NEV terjual sebanyak 10,97 juta unit di Tiongkok atau meningkat 41,6 persen dari tahun 2023 yang mencatat angka penjualan 7,75 juta kendaraan. Sedangkan jika digabung dengan mobil bermesin bakar murni (ICE/Internal Combustion Engine), total 22,9 juta unit mobil penumpang terjual di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa tersebut pada tahun 2024.
Artinya, NEV menyumbang penjualan mobil di Tiongkok sebesar 47,9 persen pada tahun lalu. Jika melihat grafik perbandingan penjualan mobil ICE dan NEV setiap bulannya, NEV mendominasi pasar dari bulan Juli hingga Desember 2024.
Titik tertinggi penjualan NEV terjadi pada Desember dengan 1,38 juta mobil elektrifikasi terjual. Sedangkan dari bulan Agustus, NEV selalu konsisten mencatat angka penjualan di atas satu juta unit setiap bulannya.
Pasar NEV di Tiongkok pada tahun 2025 diperkirakan akan terus bertumbuh dengan diprediksi 15,3 juta unit terjual sepanjang tahun ini dan mengalahkan penjualan ICE. Apalagi, baru-baru ini pemerintah Tiongkok memperbaharui kebijakan subsidi tukar tambah kendaraan pada tahun 2025 yang dapat membuat warganya semakin tertarik untuk beralih ke mobil elektrifikasi.
Setiap orang yang menukar mobil lamanya dengan mobil baru secara otomatis memperoleh subsidi. Jika menukar dengan NEV, akan mendapat subsidi sebesar 20 ribu Yuan atau setara 44,3 juta. Sedangkan jika memilih memperbaharui mobilnya dengan mobil ICE berkapasitas mesin 2.000cc atau lebih kecil, subsidinya sebesar 15 ribu Yuan atau setara Rp 33,2 juta. (*)
