Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Januari 2025, 15.49 WIB

Diguyur Insentif Setahun Penuh, Ini Perbedaan Mobil Hybrid, Plugin Hybrid dan Mild Hybrid

Ilustrasi mobil hybrid. (Dok. Jawa Pos). - Image

Ilustrasi mobil hybrid. (Dok. Jawa Pos).

JawaPos.com - Mulai 1 Januari 2025, pemerintah memastikan bakal memberikan insentif untuk mobil hybrid. Insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 % untuk mobil hybrid mulai 1 Januari 2025 dan berlaku selama satu tahun. 
 
Insentif ini akan mengurangi pajak dari masing-masing model mobil hybrid yang menerima program. Selain PPnBM DTP, pemerintah juga menyiapkan insentif lain untuk mobil hybrid dan listrik, seperti keringanan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Masuk. 
 
Biar nggak gagal paham, mobil hybrid yang ada di Indonesia saat ini terbagi atas beberapa jenis. Pertama adalah full hybrid,  Plugin Hybrid atau PHEV dan mild hybrid. Apa bedanya? Berikut penjelasannya.
 
Full Hybrid
 
Mobil yang menggunakan full hybrid akan memanfaatkan energi listrik sebagai generator bensin dan motor listrik. Dengan mesin full hybrid, maka, ukuran baterainya pun akan lebih besar dari ukuran baterai yang digunakan pada mobil mild hybrid. 
 
 
Mesin mobil yang memanfaatkan full hybrid, energi listriknya bisa digunakan untuk menempuh perjalanan jarak pendek, biasanya sekitar satu atau dua kilometer. Dengan begitu, penggunaan bahan bakar pun akan lebih hemat. 
 
Plugin Hybrid 
 
Plugin Hybrid atau PHEV. Dilansir dari laman Mitsubishi Motors, sistem hybrid di PHEV ini adalah baterai yang bisa diisi dengan mencolokkan listrik langsung ke mobil menggunakan charger. 
 
Sistem plug-in hybrid ini memungkinkan mobil melaju murni mengandalkan baterai saja. Tentunya dengan catatan, baterai selalu siap menyuplai daya ke motor listrik baik menggunakan wall charger atau generator yang ada pada mobil tersebut.
 
Mild Hybrid 
 
Terakhir mesin hybrid tipe mild. Dilansir dari Suzuki Duta Cendana, mild hybrid masih menggunakan mesin konvensional dan mengkombinasikannya dengan generator kecil serta baterai lithium-ion. Mesin ini biasa disebut MHEV. 
 
Fungsi dari energi listriknya yang dihasilkan dari generator dan baterai untuk membantu mesin dalam berakselerasi agar lebih efisien, serta membuat sistem untuk start - stop bisa bekerja dengan lebih lancar. Penggunaan mild hybrid sebagian besar bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi emisi atau polusi. 
 
Terlebih dengan mesin yang tidak menimbulkan suara bising dan bahan bakar yang lebih hemat dari mobil konvensional, tentu mobil hybrid ini menjadi pilihan yang lebih menarik bagi para pengemudi. 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore