JawaPos.com - Di pengujung tahun yang sudah mulai masuk musim hujan seperti saat ini, sangat sulit memastikan kendaraan kita dalam kondisi bersih dan enak dilihat. Pasalnya, cuaca yang tidak bisa diprediksi, tiba-tiba hujan kerap membuat kita kesal dan malas mencuci kendaraan, termasuk juga mobil.
Mencuci mobil memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah membuat tampilan eksterior mobil terlihat bersih. Selain memanfaatkan jasa cuci mobil berbayar, banyak pemilik kendaraan yang juga melakukan cuci mobil secara mandiri.
Mobil yang rutin dicuci serta dibersihkan juga mampu meningkatkan dan menjaga kesehatan pengemudi dan penumpangnya. Hal ini bisa terjadi karena di dalam mobil terdapat beberapa kotoran yang sudah pasti selalu ada contohnya seperti debu.
Jika kita terlalu lama tidak mencuci mobil, tentu debu yang ada di dalam mobil akan semakin menumpuk, yang pada akhirnya menurunkan kualitas udara di kabin mobil.
Selain interior, eksterior juga menjadi hal yang riskan saat pencucian, terlebih untuk mobil listrik. Area bawah mobil yang berjarak terdekat dari lintasan seperti ban dan velg biasanya menjadi bagian terkotor dari mobil yang terpakai.
Untuk mobil listrik, area tersebut juga berdekatan dengan tempat dimana baterai dipasang. Ya, namanya juga mobil listrik, sudah pasti tenaga utama penggeraknya adalah baterai.
Untuk area tersebut, disarankan untuk mencucinya secara hati-hati. Apalagi saat dicuci menggunakan metode angkat untuk melakukan pembersihan area kolong.
"Cuci kolong pada mobil listrik sebetulnya boleh saja, tapi ada beberapa hal yang memang perlu diperhatikan," terang Januar Eka Sapta, Senior Manager After Sales Neta saat ditemui JawaPos.com di sela-sela acara test drive mobil listrik Neta V dari Jakarta ke Semarang, Senin (11/12).
Kenapa perlu hati-hati, Januar mengungkapkan karena di area kolong terdapat baterai yang merupakan sumber energi utama mobil listrik. Untuk pencucian dengan mesin bertekanan tinggi tidak disarankan.
"Cuci kolong dengan water pressure tinggi sebetulnya tidak disarankan. Karena khawatir akan merusak modul-modul atau area elektrikal kendaraan," kata Januar.
Cukup gunakan air dengan tekanan wajar saja. Di Neta sendiri, Januar menegaskan, hal tersebut tidak disarankan bukan karena baterainya atau komponen elektrikalnya tidak kuat. Tapi lebih kepada pencegahan dan untuk lifetime serta durability komponen.
"Di Neta, kita juga edukasi konsumen. Saya sendiri termasuk, kalau cuci kolong dengan air bertekanan, saya arahkan petugas cucinya untuk area sini, area sini, lebih hati-hati dan pelan saja," tuturnya.
Kemudian, ada beberapa poin yang tidak boleh kena air bertekanan. Seperti motor penggerak atau beberapa area baterai, serta kabel-kabel besar yang biasanya berwarna oranye, sebaiknya dihindari untuk dicuci dengan air bertekanan tinggi.
"Itu yang kita edukasi kepada konsumen. Jadi bukannya tidak boleh. Boleh tapi harus tahu area mana-mana saja yang perlu dilakukan pencucian sewajarnya," tegas Januar.