Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 22.26 WIB

Bantuan Karhutla Kalsel: Daerah Terparah Justru Tak Terima Banpres

Personel TNI AU membantu pemadaman karhutla di Kalsel. (Dok Antara) - Image

Personel TNI AU membantu pemadaman karhutla di Kalsel. (Dok Antara)

JawaPos.com - Kepala Pelaksana BPBD Balangan Rahmi menilai ada ketimpangan dalam penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebab, sejumlah daerah yang mengalami kebakaran hingga ribuan hektare justru tidak mendapat bantuan meski menghadapi dampak yang lebih parah.

"Justru kondisi mereka jauh lebih parah dari Kabupaten Balangan dan mereka berada di wilayah ring satu. Seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala yang sudah menaikkan status tanggap darurat," kata Rahmi seperti dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Grup), Jumat (16/10).

Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyalurkan Banpres senilai total Rp 100 miliar untuk penanganan karhutla di Kalsel. Namun, bantuan tersebut hanya diterima lima kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Kalsel.

Lima daerah penerima bantuan itu yakni Kabupaten Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Selatan (HSS), masing-masing Rp 10 miliar; Kabupaten Tapin dan Kota Banjarbaru, masing-masing Rp 15 miliar; serta Kabupaten Tanah Laut sebesar Rp 20 miliar. Sementara itu, Pemprov Kalsel memperoleh Rp 30 miliar.

Sejumlah daerah lain yang juga terdampak karhutla tidak mendapatkan alokasi bantuan tersebut. Di antaranya Kabupaten Balangan, Banjar, Barito Kuala (Batola), Kotabaru, Hulu Sungai Utara (HSU), Tabalong, serta Kota Banjarmasin.

Rahmi mengungkapkan, tidak adanya bantuan Banpres berdampak pada operasional satuan tugas (satgas) karhutla di lapangan. Terlebih, Pemkab Balangan saat ini juga menghadapi keterbatasan anggaran.

"Tentu sangat berdampak sekali, karena selain tidak ada kucuran dana bantuan ini, kita saat ini juga mengalami defisit anggaran," tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan operasional penanganan karhutla, BPBD Balangan masih berupaya mengoptimalkan anggaran murni yang tersedia. Jika dana tersebut tidak mencukupi, penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) akan disesuaikan dengan kebijakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Untuk dana operasional, saat ini kita masih mencoba mengoptimalkan anggaran murni. Namun apabila terpaksa harus menggunakan dana BTT, tentu nanti akan disesuaikan dengan kebijakan TAPD pemerintah daerah," imbuhnya.

Di daerah lain, persoalan penyaluran Banpres juga menjadi sorotan. Sekda Kabupaten Banjar Yudi Andrea mengatakan, luas lahan karhutla yang telah diverifikasi di wilayahnya mencapai lebih dari 6.000 hektare. Namun, data luas kebakaran yang menjadi acuan bantuan disebut hanya sekitar 2.000 hektare.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore