
Menko AHY menekankan pentingnya standar konstruksi bangunan pasca tragedi Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, untuk keselamatan publik. (Nurul Fitriana/JawaPos.com).
JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti pentingnya standar konstruksi bangunan. Hal ini buntut tragedi rubuhnya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Menko AHY, tragedi yang telah terjadi dan memakan puluhan korban perlu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Dalam hal ini, mewanti-wanti mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) hingga pemerintah di daerah, untuk bisa lebih menertibkan setiap proyek yang ada di daerah.
"Sungguh sesuatu yang tragis dan rasanya ini menjadi pelajaran penting buat semua. Mari kita sama-sama menegakkan kembali standar konstruksi bangunan yang memang memenuhi aspek yang layak dan juga aman buat semua," kata Menko AHY saat ditemui usai Rapat Koordinasi Implementasi Rencana Aksi Nasional Penanganan Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan di Jakarta, Senin (6/10).
Tak hanya Ponpes, menurut Menko yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat ini juga standar konstruksi bangunan yang layak juga harus diterapkan di sejumlah fasilitas publik lainnya.
Meliputi, sekolah, rumah sakit, hingga puskesmas. Sehingga ke depan, kata dia, kejadian seperti halnya di Ponpes Al Khoziny tidak akan lagi terjadi.
"Ini tentu bukan hanya berlaku untuk pondok pesantren tapi juga banyak fasilitas publik lainnya. Sekolah-sekolah, rumah sakit, puskesmas, dan banyak lagi sarana-prasarana publik yang harus kita jaga bersama dan kita tertibkan bersama. Demi keselamatan. Sekali lagi demi keselamatan kita tidak boleh menunggu ulangnya tragedi yang terjadi kemarin," beber Menko AHY.
Itu sebabnya, ia mengimbau kepada Kementerian PU dan seluruh pemerintah daerah untuk lebih proaktif mengawasi dan memastikan setiap proyek baik dari sisi kondisi infrastruktur bangunannya. Terlebih, proyek-proyek di daerah tidak hanya dikerjakan dengan dana pemerintah, tetapi juga ada yang menjadi aset pribadi hingga proyek swadaya.
"Oleh karena itu saya mendorong tentunya kementerian pekerjaan umum termasuk khususnya lagi karena ini ada di semua daerah, maka saya mengimbau para pemimpin di daerah juga untuk lebih proaktif lagi. Meyakinkan agar kondisi infrastruktur bangunan masyarakat yang tidak semua merupakan proyek pemerintah, banyak sekali itu adalah aset pribadi, aset komunal, proyek swadaya yang harus saling mengingatkan dan harus saling diawasi. Semangatnya di situ," ujarnya.
"Dan kita kembali harus meyakinkan bukan hanya angka-angka preventif, tapi juga jika ada kejadian maka aksi tanggap darurat, recovery juga harus cepat, karena tidak ada yang lebih penting selain menyelamatkan jiwa manusia," pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
