Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 September 2025, 03.34 WIB

Jokowi Didapuk jadi Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, Alasannya Presiden RI yang Lahir Bukan dari Kalangan Elite dan Militer

Ilustrasi: Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku kenal baik dengan menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, enggan bicara soal reshuffle kabinet. (M IHSAN/RADAR SOLO) - Image

Ilustrasi: Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku kenal baik dengan menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, enggan bicara soal reshuffle kabinet. (M IHSAN/RADAR SOLO)

JawaPos.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy. Penunjukan ini diumumkan melalui laman resmi Bloomberg, yang menyebut bahwa dewan tersebut dibentuk pada April 2025 untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Selain Jokowi, sejumlah tokoh dunia juga masuk dalam jajaran penasihat global, antara lain Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF Gita Gopinath, CEO Soros Fund Management Dawn Fitzpatrick, Pendiri TIG Africa Josephine Wapakabulo, hingga Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong. 

Namun, dari deretan nama tersebut, Jokowi menjadi satu-satunya mantan kepala negara yang dipercaya masuk ke dalam dewan ini.

“Joko Widodo yang populer dikenal dengan nama Jokowi adalah seorang politisi, insinyur, dan pengusaha Indonesia yang menjabat sebagai presiden ketujuh Indonesia pada 2014–2024. Ia adalah presiden pertama yang tidak lahir dari kalangan elite politik atau militer di Indonesia,” tulis Bloomberg dalam laman resmi, dikutip Selasa (23/9).

"Sebelum itu, ia pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari 2012 hingga 2014 dan Wali Kota Surakarta dari 2005 hingga 2012," sambungnya.

Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy dibentuk untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. Dewan ini diisi oleh figur-figur internasional dengan pengalaman luas di bidang politik, ekonomi, keuangan, hingga teknologi.

Masuknya Jokowi dalam jajaran penasihat global Bloomberg mencerminkan pengakuan dunia terhadap kiprahnya selama satu dekade memimpin Indonesia. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore