alexametrics

Data Pasien Korona Ditutupi, Advokat Ajukan Uji Materi ke MK

25 Maret 2020, 16:04:18 WIB

JawaPos.com – Keterbukaan informasi di tengah pandemi Covid-19 dinilai kurang. Terutama berkaitan dengan informasi pasien. Sejumlah advokat pun mengajukan gugatan sekaligus permohonan uji materi terkait dengan keterbukaan informasi tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin (24/3).

Advokat Muhammad Sholeh mengajukan gugatan itu mewakili dua warga penggugat. Yakni, kalangan ibu rumah tangga dan pengusaha kuliner. Menurut dia, sikap pemerintah yang merahasiakan identitas pasien Covid-19 saat ini kurang tepat mengingat kondisi sudah darurat. Masyarakat lain perlu mengetahui pasien tersebut untuk membantu otoritas berwenang melakukan tracing (penelusuran kontak). Dengan ditutupinya identitas pasien, masyarakat sulit mengetahui risiko apakah mereka tertular atau tidak.

Pemerintah memang telah melakukan tracing melalui pasien secara langsung. Namun, Sholeh meragukan semua riwayat mobilitas itu bisa didapatkan hanya dari pasien. Jika masyarakat mengetahui identitas pasien, kata dia, mereka bisa melakukan tracing dini. ’’IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sudah mengingatkan, tidak apa-apa membuka data pasien. Tapi, pemerintah tetap tidak mau,’’ ungkapnya.

Bersama sejumlah advokat, Sholeh mempelajari bahwa ada undang-undang yang menjamin keterbukaan informasi tersebut. Beberapa UU yang diajukan ke MK untuk diuji materi, antara lain, pasal 48 ayat (2) UU 29/2004 tentang Praktik Kedokteran dan pasal 38 ayat (2) UU 44/2009 tentang Rumah Sakit. Kemudian, pasal 73 ayat (2) UU 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan serta pasal 28F dan pasal 28H ayat (1) UUD 1945.

Sholeh berharap MK bisa segera memberikan tafsir yang tegas sehingga menjadi panduan bagi pemerintah dalam memberikan informasi mengenai pasien positif Covid-19. Gugatan diajukan via online seiring dengan pelaksanaan physical distancing.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : deb/c5/fal

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads