JawaPos Radar

Soal Gaya Berpakaian Prabowo

Fadli Zon: Kalau Pak Jokowi Harga Baju Jadi Bahan Kampanye

22/10/2018, 14:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Fadli Zon: Kalau Pak Jokowi Harga Baju Jadi Bahan Kampanye
Prabowo Subianto sering mengenakan pakaian safari warna cokelat atau krem. Gaya berbusananya pun disarankan lebih menarik milenial (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Gaya berpakaian calon presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menjadi sorotan. Pakaian safari yang menjadi ciri khasnya dianggap sudah terlalu kuno, sehingga bisa membuat orang bosan melihatnya. Efeknya, sulit menarik simpati pemilih di Pilpres 2019 terutama kalangan milenial.

Menanggapi hal itu, anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Fadli Zon mengatakan bahwa Prabowo selalu berpenampilan apa adanya. Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai, pakaian safari merupakan pakaian yang bisa digunakan dalam situasi apa pun. Meski dengan dandanan tersebut, Prabowo dinilainya cukup dekat dengan rakyat.

"Kalau menurut saya Pak Prabowo itu apa adanya sih. Itu kan pakaian yang nuansanya dinamis. Tidak formalistik dan tidak ada jarak di masyarakat," kata Fadli di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Selatan, Senin (22/10).

Lebih lanjut, Fadli menilai Prabowo tidak perlu mengubah gaya berpakaiannya. Menurutnya tampilan seadanya lebih baik disajikan kepada rakyat.

Dalam hal ini, Wakil Ketua DPR RI itu bahkan sempat menyinggung gaya kampanye Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014 lalu. Kala itu tampilan yang dikenakannya seperti baju murah dan sepatu murah digunakan sebagai alat kampanye Jokowi.

"Kalau menurut saya sih (Prabowo, Red) lebih bagus apa adanya ketimbang kemudian dipoles-poles ini bajunya murah sekian, sepatunya murah. Seperti Pak Jokowi di 2014 kan gitu. Harga baju jadi alat kampanye," tuturnya.

Sebelumnya, pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio memberikan saran agar Prabowo mengubah gaya kostumnya apabila ingin menyalip Jokowi di Pilpres 2019. Pasalnya, seragam safari yang selama ini dikenakan mantan Danjen Kopassus itu sudah digunakan sejak Pilpres 2014.

Hendri menilai, tampilan yang monoton bisa membuat masyarakat bosan memandangnya. Sehingga apabila dirinya menjadi tim sukses Prabowo hal pertama yang dilakukannya adalah mengganti gaya busana pria berjuluk 08 itu.

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up