
Photo
JawaPos.com–Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan, meminta para kepala daerah wilayah Jawa dan Bali untuk mengevaluasi kembali tingginya penyebab angka kematian. Dia meminta agar para kepala daerah segera menjalankan pengetesan, pelacakan, dan perawatan.
”Pelaksanaan testing, tracing, dan treatment (3 T), ini agar segera bisa kita eksekusi. Saya kira ini bisa berjalan lebih masif lagi, terutama sebagai mitigasi kemungkinan lonjakan setelah Idul Adha selama dua minggu ke depan,” ujar Luhut dalam keterangannya, Kamis (22/7).
Luhut menyebut, presiden telah meminta agar para kepala daerah memiliki data yang pasti terkait pasien meninggal apakah sudah divaksinasi ataukah belum. Ketersediaan oksigen, penanganan di rumah sakit, dan akses kepada obat juga harus mendapatkan perhatian.
”Kalau boleh, semua teman-teman para gubernur dan para bupati/wali kota untuk melakukan pendataan. Saya berharap ini nanti bisa disampaikan,” tutur Luhut.
Luhut menegaskan, pemerintah fokus kepada menurunkan tingkat kematian yang telah mencapai lebih dari seribu orang.
Luhut menambahkan, dalam penanganan covid-19 perlu satu komando. Agar pelaksanaannya dapat searah.
Dia mengingatkan pentingnya untuk bekerja sama dalam meningkatkan pelaksanaan vaksinasi. ”Kita harus terus bekerja sama untuk berusaha mengurangi angka kematian. Saya kira penurunan yang sudah terjadi saat ini merupakan kemajuan yang menggembirakan. Tapi ini masih jauh dari yang kita harapkan, semoga kita bisa membuat angka ini makin rendah,” ucap Luhut.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, saat ini Covid-19 varian delta menyebar lebih cepat. Meskipun penyembuhannya lebih cepat, risiko kematian pun lebih cepat.
”Oleh karena itu, saya minta teman-teman di rumah sakit untuk segera menyusun tata laksana perawatan covid yang baru,” tegas Budi.
Menurut dia, dengan melakukan hal tersebut, langkah intervensi akan lebih cepat dilakukan. Menkes pun meminta fasilitas kesehatan di daerah agar dapat menyediakan data. Di antaranya apakah pasien meninggal sudah divaksin lengkap atau belum, perbandingan jumlah pasien komorbid data pasien meninggal pada tahap badai sitokin atau sebelum, dan apakah sebelum meninggal sudah mendapatkan bantuan oksigen atau belum.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022