Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Juli 2021 | 17.00 WIB

Impor Oksigen, Luhut Pastikan 3 Hari Kedepan Stok Aman

Sejumlah petugas menurunkan tabung oksigen dari truk di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (5/7/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan posko tersebut untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit, m - Image

Sejumlah petugas menurunkan tabung oksigen dari truk di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (5/7/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan posko tersebut untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit, m

JawaPos.com - Menko Kemaritiman dan Investasi yang sekaligus menjabat sebagai koordinator PPKM Darurat wilayah Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan memastikan saat ini persediaan oksigen untuk kebutuhan penderita Covid-19 sudah aman.

Luhut mengaku, memang sempat terjadi kelangkaan oksigen seiring dengan meningkatnya angka penularan kasus Covid-19. Namun, setelah pemerintah melakukan impor oksigen menjadi lebih baik. Harapannya beberapa hari kedepan stok oksigen akan aman.

"Kami sudah mampu mengidentifikasi mengalokasikan lebih baik, tentu di sana sini masih ada masalah, tapi saya yakin dalam 4 hari ke depan mestinya kita sudah tambah baik," ujarnya dalam acara deklarasi gotong royong Selasa (13/7).

Luhut merincikan, pemerintah mengimpor 50 ribu oksigen konsentrator, dan 10 ribu di antaranya sudah tiba. Alat tersebut dapat digunakan untuk pasien Covid-19 bergejala ringan. Sementara, di rumah sakit pemerintah sudah menyiapkan tambahan oksigen berbentuk likuid.

Luhut menekankan, terkait impor, keputusan tersebut atas intruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat penanganan pasien Covid-19. “Sekarang prosesnya sedang berjalan. Kita berharap dalam 3-4 hari ke depan sudah mulai masuk Indonesia," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah terus berupaya menangani Covid-19 yang salah satunya menambah SDM tenaga kesehatan, baik untuk perawat dan dokter untuk mempersiapkan skenario terburuk. Untuk menarik minat relawan dokter dari dokter paska magang, diperlukan penyediaan fasilitas istirahat yang layak, memperoleh BPJS kesehatan, mendapatkan jaminan kecelakaan kerja, dan alokasi biaya komunikasi.

“Kita akan tambah perawat dan dokter yang baru lulus dan akan di training terlebih dahulu selama tiga hari,” tuturnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore