alexametrics

Jokowi: Alhamdullilah Kita Ini Beruntung, Tidak Sampai Lockdown

8 Januari 2021, 19:45:03 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pandemi Covid-19 bukan hanya Indonesia yang mengalaminya. Namun 215 juga bernasip sama seperti Indonesia yang terus berjuang memutus rantai penularan Covid-19.

“Ini cobaan berat yang kita semua alami. Jua dialami juga 215 negara lain di dunia,” ujar Jokowi saat penyaluran bantuan modal kerja kepada pelaku UMKM di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/1).

Kendati demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta ini masih bersyukur Indonesia tidak melakukan lockdown di saat negara-negara lain melakukannya.

“Kita ini kalau saya lihat masih Alhamdulillah, masih beruntung tidak sampai lockdown,” katanya.

Jokowi menuturkan, banyak negara-negara yang melakukan lockdown untuk menekan angka penularan virus Korona yang sedang mewabah ini.

Baca Juga: Surabaya Tolak PSBB Jawa-Bali Selama 2 Pekan, Ini Respons Satgas Pusat

Baca Juga: Cahyo: Jokowi Sudah Menang 2-0

Baca Juga: Soal Drone Laut Tiongkok, Golkar Minta Retno dan Prabowo Tegas

“Kalau negara lain seperti di Eropa lockdown, enggak sebulan-dua bulan, sampai 3 bulan. Bahkan tiga hari yang lalu di London, Inggris lockdown lagi. Tiga hari yang lalu di Bangkok lockdown. Di Tokyo juga statusnya darurat,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Jokowi mengatakan Indonesia yang tidak melakukan lockdown maka aktivitas masyarakat masih bisa dijalankan meskipun terbatas.

“Kita di sini aktivitas masih meskipun terbatas masih bisa beraktivitas berusaha, meskipun dibatasi dengan protokol kesehatan yang ketat, bapak ibu juga masih bisa berusaha tetapi memang ini bukan kondisi normal,” ungkapnya.

Kendati tidak melakukan lockdown tersebut, Presiden Jokowi mengimbau kepada masyarakat untuk bisa menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Sehingga bisa menekan angka penularan Covid-19 di dalam negeri.

“Disiplin pakai masker, cuci tangan habis kegiatan, jaga jarak seperti ini, harus disiplin. Kalau memang itu bisa kita lakukan, itu akan sangat mengurangi (penularan-Red),” pungkasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono




Close Ads