
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan pemerintah tidak menetapkan status bencana nasional. (istimewa)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk retreat di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1). Retreat berlangsung sekitar delapan jam, sejak dibuka Presiden Prabowo pada pukul 14.00 WIB.
Dalam kegiatan itu, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama para menteri kompak mengenakan setelan kemeja berwarna cokelat muda. Kegiatan retreat itu berlangsung tertutup, hanya sesi taklimat awal yang dibuka untuk publik.
Prabowo menjelaskan alasannya mengumpulkan para menteri di awal tahun 2026. Ia menegaskan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka evaluasi kinerja.
"Pertimbangan saya kumpulkan adalah untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu," kata Prabowo saat membuka taklimat.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintahan yang bekerja dengan niat bersih tidak perlu merasa gentar menghadapi fitnah maupun berbagai serangan. Menurutnya, selama seluruh kebijakan dan langkah yang diambil ditujukan untuk kepentingan rakyat dan bangsa, tidak ada alasan untuk merasa takut atau ragu.
“Kalau niat kita bersih, niat kita tidak mencuri uang rakyat, kita berbuat untuk kepentingan bangsa dan keselamatan bangsa, kita tidak perlu ragu-ragu sedikit pun, gentar,” tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, fitnah dan makian merupakan konsekuensi yang hampir pasti dihadapi oleh setiap pemerintahan yang berupaya melakukan perubahan. Ia mengingatkan, agar tantangan tersebut tidak melemahkan tekad pemerintah dalam bekerja untuk rakyat.
“Banyak kekuatan memang berada di pihak yang senang di alam yang penuh korupsi, penuh penyelewengan, penuh penipuan. Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil,” ujarnya.
Prabowo pun menegaskan, pemerintah harus siap menghadapi serangan tersebut dengan keteguhan sikap. “Kita pasti dimaki, kita pasti difitnah. Kalau kita difitnah, diejek, terima itu,” urainya.
Ia meyakini, pemerintahan yang dipimpinnya saat ini berada di jalur yang benar, yakni membela keadilan, memberantas kemiskinan, serta menghapus kelaparan.
“Percaya, kita berada di jalan yang benar,” ucap Prabowo.
Sebagai contoh capaian konkret, Prabowo menyebut Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada akhir tahun 2025. Ia menilai, capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam ketahanan pangan nasional.
“Alhamdulillah Desember 31 tahun 2025 waktu 24.00, bisa kita dengan resmi menyatakan di tahun 2025 RI swasembada beras,” tutur Prabowo.
Selain itu, ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas kondisi cadangan beras nasional saat ini. Menurut Prabowo, stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Perum Bulog merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia.
“Hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang Indonesia adalah yang tertinggi sepanjang sejarah,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022