
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Youtube)
JawaPos.com-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih menutup kolom komentar di akun media sosial Instagram pribadi sejak 25 Juli 2025 hingga saat ini.
Potretnya bersama Mr. Yasuto Watanabe, Direktur ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO), menjadi unggahan terakhir yang bisa ditinggalkan jejak komentar netizen.
Sisanya, mulai dari Rapat Koordinasi Terbatas terkait Pertumbuhan Ekonomi (PE) hingga unggahan saat merayakan Peringatan HUT ke-80 RI, tidak ada netizen yang bisa meninggalkan komentar di akun bendahara negara ini.
Berdasar pantauan JawaPos.com, kolom komentar Sri Mulyani pada 25 Juli 2025 amat beragam. Namun, sederet permintaan mundur hingga komentar-komentar bernada kritik berada di paling atas.
Bahkan, komentar soal pemecatan Sri Mulyani, terpantau telah di-vote oleh 2.067 akun Instagram. Selanjutnya, ribuan akun juga ramai-ramai menekan tombol love, soal komentar netizen yang menyebut akan menuntut Menkeu di akhirat.
Secara total, jumlah netizen yang telah meninggalkan komentar di unggahan itu mencapai 461 akun. Dari banyaknya jumlah itu, ada sejumlah komentar-komentar kasar netizen yang disembunyikan Sri Mulyani.
Penutupan komentar ini dilakukan Menkeu jauh sebelum ada pernyataan viral dirinya yang menyamakan konsep pajak dengan zakat dan infak. Sementara itu, unggahan Sri Mulyani yang mendapat banyak komentar hujatan ini menyampaikan isi pertemuan dirinya dengan Mr. Yasuto Watanabe.
Pertemuan itu membahas sejumlah tantangan strategis yang dihadapi kawasan ASEAN di tengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin kompleks akibat dinamika geopolitik. Terutama yang berkaitan dengan kebijakan Amerika Serikat.
"Kami sepakat bahwa ketidakpastian ini memberi tekanan besar terhadap stabilitas sektor keuangan dan perdagangan internasional. Dalam dunia yang makin terfragmentasi, ketahanan ekonomi hanya dapat dibangun melalui kolaborasi, kepercayaan, dan respons yang cepat terhadap potensi krisis," kata Sri Mulyani.
Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya penguatan kerja sama antar negara ASEAN serta kerangka ASEAN+3, termasuk penguatan peran AMRO sebagai regional financial safety nets. Menkeu menyampaikan komitmen Kemenkeu RI dalam upaya menjaga kredibilitas.
"Serta mempertahankan reputasi fiskal dan makroekonomi Indonesia dalam menghadapi tekanan politik dan ketidakpastian global," ucap Sri Mulyani.
