Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Januari 2025, 00.44 WIB

Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur Dijadikan Modus Penipuan, Komisi IX DPR Desak Polisi Usut Tuntas

Pilihan menu makan bergizi seharga Rp 10 Ribu di warung makan Kota Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Pilihan menu makan bergizi seharga Rp 10 Ribu di warung makan Kota Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Maraknya kasus penipuan mengatasnamakan Program Makan Bergizi Gratis (PMBG) memicu keprihatinan banyak kalangan.

Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PKB Zainul Munasichin mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus yang mencoreng program andalan Pemerintahan Prabowo Subianto tersebut.  

Dia mengatakan, PMBG merupakan program andalan Presiden Prabowo Subianto yang bersifat strategis. Agar anak-anak Indonesia mendapatkan kecukupan gizi sehingga menghasilkan generasi bangsa berkualitas.

“Kalau ada yang mencoba menjadikan program ini sebagai modus penipuan, maka aparat hukum harus mengusut tuntas,” kata Zainul Munasichin kepada wartawan, Rabu (1/1).

Dia mengaku menerima beberapa aduan masyarakat yang menyampaikan bahwa ada oknum yang meminta dana jika ada yang ingin terlibat dalam pelaksanaan MBG ini.

Termasuk adanya pungutan liar jika ada masyarakat yang ingin terlibat dalam 5.000 dapur makan yang diharapkan akan dilakukan pada tahun 2025. “Ini tidak benar. Semua gratis. Jangan mudah percaya,” tegasnya. 

Wakil Sekjen DPP PKB ini mengatakan, ada banyak oknum yang mencari keuntungan dari pelaksanaan PMBG. Apalagi anggaran dari negara untuk PMBG ini tergolong besar, yakni mencapai Rp 70 triliun per tahun. 

“Pada program pemerintah, selalu ada moral hazard atau orang-orang yang selalu mencari keuntungan,” paparnya. 

Menurut dia, ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan dari PMBG. Di antaranya proses penyediaan bahan baku makanan untuk PMBG yang disepakati dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi melalui proses e-katalog.

“Masalahnya tidak semua BUMDes dan Koperasi mempunyai kemampuan mengakses dan memenuhi syarat untuk lelang online, sehingga membuka ruang bagi korporasi untuk masuk. Ini yang harus diwaspadai,” urai Zainul. 

Lebih lanjut, Zainul menegaskan PMBG harus menjadi katalisator bangkitnya perekonomian masyarakat. Maka peran BUMDes dan Koperasi dalam penyediaan bahan baku tidak boleh digeser oleh pihak korporasi. 

“Jadi memang BUMDes dan koperasi harus mampu meningkatkan kemampuan dalam mengikuti lelang online. Selain itu mereka juga harus mampu bekerja sama dengan petani, peternak, hingga nelayan lokal untuk menyediakan bahan baku PMBG yang bermutu,” pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore