Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Oktober 2023, 05.15 WIB

Selebgram Zhafira Devi Bunuh Bayinya Sendiri, Begini Pandangan Psikolog

Selebgram asal Semarang Zhafira Devi dibekuk oleh pihak kepolisian, karena membuang bayinya di Bandara Ngurah Rai, Bali./Radar Semarang - Image

Selebgram asal Semarang Zhafira Devi dibekuk oleh pihak kepolisian, karena membuang bayinya di Bandara Ngurah Rai, Bali./Radar Semarang

 
JawaPos.com - Psikolog Dody Tri buka suara terkait kasus yang dialami selebgram Zhafira Devi tega membunuh anaknya sendiri di toilet sebuah hotel di Legian, Bali. Dan kemudian membuang bayinya yang sudah tidak bernyawa di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
 
Dody Tri menduga ada yang tidak beres dengan mental dan psikologis Zhafira Devi sampai tega membunuh anaknya sendiri sesaat setelah terlahir ke dunia. Karena apabila mentalnya sehat, tidak mungkin wanita asal Semarang tega melakukannya.
 
Sebagai figur publik atau selebgram, Zhafira Devi bisa saja merasa tertekan dengan ekspektasi dari masyarakat dan tekanan eksposur secara terus-menerus di media sosial. Kondisi psikologisnya juga mungkin dipengaruhi oleh stres, perasaan cemas, dan mungkin juga depresi namun tidak terlihat oleh orang lain.
 
 
Dengan kehadiran anak yang baru lahir, bisa jadi Zhafira Devi merasa terjebak, takut, atau bahkan mengalami kesulitan dalam menghadapi perubahan besar dalam hidupnya. 
 
"Ini semua mungkin turut berkontribusi pada keputusannya yang tragis.
Dampak psikologis dari perbuatannya bisa sangat merusak bagi ZD. Mungkin dia merasa sangat bersalah, trauma, dan rasa penyesalan yang amat dalam,"kata Dody Tri kepada JawaPos.com, Senin (30/10).
 
Dia menduga kehadiran buah hati itu menjadi tekanan cukup hebat terhadap mental, sehingga Zhafira Devi mengambil langkah gegabah membunuh bayinya sendiri.
 
 
"Kasus ini mengingatkan kita pada pentingnya kesehatan mental, terutama ketika seseorang berada dalam tekanan yang besar yang bisa mempengaruhi siapa pun, termasuk mereka yang dianggap memiliki segalanya," ujarnya.
 
Peran dan dukungan orang-orang terdekat dinilai penting sekali untuk memulihkan kondisi mental seseorang. Karena tanpa adanya dukungan yang baik, bisa jadi kondisi kesehatan mentalnya akan semakin memburuk.
 
"Hal ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya memberikan dukungan bagi siapa pun yang merasa tertekan untuk mencegah terjadinya kejadian tragis yang serupa di masa depan," paparnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore