
Cast film Man Suang Apo Nattawin, Mile Phakphum, Tong Thanayut, dan Bas Asavapatr di jumpa fans Magical Man Suang in Jakarta.
JawaPos.com - Keempat cast film fiksi sejarah Thailand, Man Suang, menyapa para penggemar mereka (baik yang sudah menonton film atau belum), Sabtu malam (11/11) di jumpa fans bertajuk Magical Man Suang in Jakarta. Berlangsung di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Apo Nattawin, Mile Phakphum, Tong Thanayut, dan Bas Asavapatr menyapa fans pada pukul 19.00 WIB dengan kostum yang mereka kenakan di film.
Acara besutan Lumina Entertainment itu dibagi menjadi tiga sesi utama. Sesi pertama merupakan reka ulang adegan film Man Suang. Hong (diperankan oleh Tong), anak pemilik kelab hiburan elit nan misterius Man Suang, menyapa para penonton. “Selamat datang di Man Suang, di mana Anda bisa mendapatkan hiburan. Apa yang terjadi di sini akan berakhir di sini,” ujar Hong dengan takzim.
Lalu, datanglah Khem (diperankan Apo) dan Wan (Bas). Keduanya mengatakan pada Hong bahwa mereka ingin bekerja di Man Suang. Khem secara khusus ingin menjadi penari. Saat itu juga, dia menunjukkan kebolehannya menari. Hong pun memperbolehkan Khem bergabung di Man Suang. Namun, dia harus berlatih dulu dengan penari utama Man Suang.
Cerita pun berlanjut. Khem bertemu dengan Chatra (Mile), seorang penabuh tapon (semacam genderang) di Man Suang. Keduanya lantas berkenalan. “Bagaimana kalau kita ke pasar?” tanya Chatra ke Khem. Keduanya lantas keluar panggung dan muncul dari barisan penonton.
Saat berada di barisan penonton, para penonton langsung histeris dan senang melihat Mile dan Apo dari dekat. Keduanya menyapa, memberi senyum, dan melambaikan tangan. Beberapa penonton beruntung bahkan mendapat cemilan dari Mile dan Apo.
Mile dan Apo kagum dengan antusiasme fans Man Suang di Jakarta. Kebetulan, Jakarta adalah kota pertama yang didatangi para fans. Menurut mereka, fans di Jakarta sangat manis dan ramah. “Saya jadi ingin datang ke sini lagi,” ujar Apo.
Para cast pun tak henti memuji dan melakukan fanservice untuk para penggemar. Misalnya, dengan berbicara bahasa Indonesia. “Aku cinta kamu, kamu cantik,” ujar Mile dalam bahasa Indonesia untuk penonton, yang membalas dengan jeritan senang.
Setelah reka adegan film selesai, Mile, Apo, Tong, dan Bas mengadakan sesi bincang-bincang. Dipandu host Elven Shouta dan interpreter Christian Saragih, keempat cast film Man Suang itu bercerita soal film yang dirilis pada Agustus lalu di Thailand itu. Rencananya, Man Suang direncanakan tayang di Indonesia pada 2024.
Man Suang mengambil setting tahun 1850, saat pemerintahan Raja Rama III. Khem dan Wan adalah dua orang budak yang ingin naik status sosial dengan cara bergabung di Man Suang, tempat hiburan elit dengan rahasia gelap di dalamnya. “Khem terus pakai kegemarannya menari untuk naik kelas di Man Suang,” jelas Apo.
Khem dan Wan lantas bertemu dengan Chatra, penabuh tapon. “Dia ini punya misi khusus di Man Suang,” ujar Mile. Nantinya, bersama Khem dan Wan, Chatra akan menemukan rahasia besar di Man Suang yang berkaitan dengan politik dan pemerintahan.
Momen cast Man Suang di Jumpa Fans Magical Man Suang in Jakarta yang digelar di The Kasablanka Hall.
Pada hari pertama penayangannya di Bangkok, daerah sekitarnya, dan Chiang Mai, Man Suang menghasilkan pendapatan sebesar 4,94 juta THB (setara Rp 2,1 miliar). Ini membuat film produksi Be On Cloud itu menjadi film dengan pendapatan hari pertama tertinggi pada 2023 di Thailand.
Apo mengatakan bahwa ide pembuatan Man Suang berawal dari keinginan untuk menunjukkan sesuatu khas Thailand kepada dunia. “Yang penting ada budayanya, misalnya tarian, tapi juga ada cerita ala detektif yang gampang dimengerti,” ujar aktor 29 tahun itu.
Dari trailer dan cuplikan yang diputar dan ditayangkan saat jumpa fans, tampak Apo dalam balutan kostum penari tradisional Thailand. Warna emas yang regal dan warna-warni cerah berpadu apik di layar. Ornamen khas Thailand pun tampak menghiasi ruang pertunjukan Man Suang. Selain Apo, ada juga para pemeran pendukung lain yang menampilkan tarian, opera, serta teater tradisional di Man Suang.
Seluruh pertunjukan dan adegan di Man Suang digarap dengan sinematografi yang memanjakan mata. Selain perpaduan warna dan desain produksi yang apik, kamera yang digunakan pun cukup canggih. Menghasilkan gambar yang seolah ada di depan mata penonton. “Penonton juga bisa lebih paham tentang sejarah Thailand,” ujar Apo.
