
JawaPos.com – Seri MotoGP Qatar 2026 dipastikan tidak akan digelar sesuai jadwal awal yang telah ditetapkan.
Dikutip pada akun sosial media Instagram @gpracingindonesia pada Senin (16/3), Penyelenggara MotoGP memutuskan untuk menunda balapan tersebut setelah mempertimbangkan kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. Keputusan ini diumumkan setelah situasi geopolitik di wilayah tersebut dinilai belum stabil.
Pada kalender semula, balapan di Qatar dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 April 2026. Namun setelah dilakukan evaluasi, jadwal tersebut akhirnya diubah. Penyelenggara kini memindahkan pelaksanaan seri tersebut ke bulan November.
Baca Juga:Declan Rice Dikabarkan sedang Negosiasi Kontrak Baru dengan Arsenal Untuk Perpanjangan Kontrak
Perubahan jadwal ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan politik di kawasan Timur Tengah.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran menjadi salah satu faktor utama pertimbangan. Situasi tersebut dinilai dapat menimbulkan risiko bagi kelancaran ajang balap internasional.
Seri Qatar sendiri biasanya digelar di Sirkuit Internasional Lusail. Dalam kalender awal musim ini, balapan tersebut dijadwalkan menjadi putaran keempat dalam rangkaian MotoGP 2026. Namun perubahan jadwal membuat posisi seri tersebut bergeser ke penghujung musim.
Penyelenggara kemudian menetapkan tanggal baru untuk balapan tersebut. Seri MotoGP Qatar kini dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026. Keputusan ini diambil agar pelaksanaan balapan tetap dapat berlangsung dalam kondisi yang lebih aman.
Penundaan ini juga berdampak pada beberapa seri lain di akhir musim. Seri yang berlangsung di Portugal kini dijadwalkan digelar pada 22 November. Sementara itu, balapan penutup musim di Valencia dipindahkan ke tanggal 29 November.
Musim MotoGP 2026 sendiri baru saja memulai rangkaian balapannya. Seri pembuka digelar di Thailand dan dimenangi oleh pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi.
Setelah itu, kejuaraan dunia balap motor ini dijadwalkan berlanjut ke Brasil pada 20–22 Maret dan ke Amerika Serikat pada 27–29 Maret.
