Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Desember 2024, 19.30 WIB

5 Kesalahpahaman Umum Orang Ekstrovert terhadap Orang Introvert yang Ramah, Kalian Pasti Ada yang Relate

Ilustrasi seorang introvert yang lelah mengahadapi si ekstrovert - Image

Ilustrasi seorang introvert yang lelah mengahadapi si ekstrovert

JawaPos.com - Menjadi seorang introvert yang ramah kadang sulit dijalani karena seolah tidak seperti orang introvert biasanya. Ini sulit sehingga membuat banyak kesalahpahaman terhadap diri kita. 
 
Orang-orang introvert yang ramah bisa menjadi pusat perhatian di sebuah acara, tetapi setelah itu mereka membutuhkan waktu sendiri untuk mengembalikan energi.
 
Ada seorang introvert yang juga suka berinteraksi dengan orang lain, bahkan terkadang terlihat lebih ekstrovert di kelompok tertentu.
 
Namun, mereka tetaplah introvert yang butuh mengembalikan energi dengan menyendiri.
 
Dikutip dari Introvert Dear, berikut beberapa kesalahpahaman umum yang sering saya temui tentang introvert yang ramah:
 
1. Mereka bukan introvert karena suka berbicara dengan orang lain
 
Ini adalah salah satu kesalahan yang paling sering terjadi. Banyak yang berpikir jika seorang introvert berbicara banyak atau bersikap terbuka, mereka pasti ekstrovert. 
 
Seperti teman saya yang bisa menjadi pusat perhatian di kelompok kecil, dia tetap membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang energinya. 
 
Setiap introvert memiliki cara dan kenyamanannya sendiri dalam berinteraksi. Ada yang merasa lelah di tengah keramaian, tapi ada juga yang menikmati berbicara dalam situasi yang tepat.
 
 
2. Mereka tidak menyukai Anda dan menganggap "waktu sendiri" sebagai alasan 
 
Sering kali, orang menganggap introvert yang ramah hanya mencari alasan untuk menghindar. Mereka mengira bahwa jika seorang introvert tidak terlalu banyak berbicara, itu berarti mereka tidak suka dengan orang tersebut. 
 
Padahal, banyak dari kami hanya butuh waktu sendiri untuk mengisi ulang energi. Saya belajar untuk lebih terbuka dan memberi tahu orang lain bahwa saya butuh waktu sendiri, bukan karena mereka, tetapi karena itulah cara saya mengembalikan energi sosial.
 
3. Mereka berpura-pura ramah
 
Ada anggapan bahwa seorang introvert yang ramah sebenarnya hanya berakting. Meskipun ada saatnya saya merasa lelah dan ingin menghindari percakapan, kebanyakan waktu saya memang menikmati berinteraksi dengan orang lain. 
 
Tidak ada orang yang senang berbicara dengan semua orang, apakah mereka introvert atau ekstrovert. 
 
Kami introvert mungkin lebih selektif dalam memilih percakapan, tapi banyak dari kami yang sangat menikmati diskusi yang lebih mendalam.
 
 
4. Mereka tidak perlu mempersiapkan diri untuk bersosialisasi
 
Introvert sering kali membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri sebelum bergaul. Sering kali, orang berpikir jika saya ramah, saya pasti suka bergaul kapan saja. 
 
Namun, saya butuh waktu untuk "menyimpan" energi sosial sebelum bertemu dengan orang lain. Jika saya tidak memiliki waktu persiapan, saya bisa merasa kewalahan dan tidak nyaman di acara tersebut.
 
5. Mereka menikmati semua jenis situasi sosial 
 
Introvert cenderung menikmati situasi sosial dalam kelompok kecil. Jika berada di kelompok besar, kami mungkin merasa cepat lelah atau ingin menghindar. 
 
Orang sering salah paham, mengira karena saya ramah dalam percakapan satu lawan satu, saya akan senang berada di acara besar. Nyatanya, jenis acara sosial sangat mempengaruhi energi kami. 
 
Dalam kelompok kecil, kami bisa mengobrol dan bersosialisasi dengan bahagia, tapi dalam keramaian besar, kami lebih cepat merasa lelah.
 
Kesalahpahaman tentang introvert yang ramah seringkali menyebabkan kebingungan, tapi itu bukan masalah besar. Intinya, introvert yang ramah ada, kami suka berinteraksi dengan orang lain, namun juga butuh waktu untuk sendiri. Kami ingin diterima apa adanya, dengan segala perbedaan kami sebagai introvert.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore