
ilustrasi 5 Rahasia Tersembunyi di Balik Kucing yang Sering Menghampiri Anda, Pertanda Apa? / freepik
JawaPos.com - Perbedaan kucing Anggora dan Persia sering kali membuat bingung para pencinta kucing, apalagi keduanya sama-sama memiliki bulu panjang yang indah.
Meski terlihat serupa, nyatanya kucing Anggora dan Persia memiliki sejumlah perbedaan mencolok, baik dari segi fisik, kepribadian, hingga kebutuhan perawatan.
Yuk, kenali lebih jauh perbedaan keduanya agar kamu bisa memilih kucing peliharaan yang paling cocok seperti dirangkum dari LetsGetPet, Animal Wised, dan My Cat Breed!
Secara historis, kucing Persia merupakan keturunan dari kucing Anggora. Ras Anggora berasal dari Turki dan sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu.
Sementara itu, kucing Persia mulai populer setelah dibawa ke Eropa pada abad ke-17. Kini, keduanya menjadi salah satu ras tertua yang paling dikenal di dunia.
Perbedaan kucing Persia dan Anggora paling mencolok terletak pada bentuk wajahnya.
Kucing Persia memiliki hidung pesek (brachycephalic), wajah datar, dan mata besar yang cenderung berair.
Sedangkan kucing Anggora punya hidung yang lebih panjang, wajah oval, dan tidak mengalami masalah epifora (air mata berlebih) seperti kucing Persia.
Kucing Persia cenderung berpostur lebih gemuk, padat, dan berotot dengan tubuh yang pendek.
Di sisi lain, kucing Anggora lebih ramping dan atletis, dengan tubuh panjang dan lentur. Berat tubuh Persia biasanya lebih besar dibanding Anggora, yang jarang melebihi 6 kg.
Kalem dan penyayang adalah karakter utama kucing Persia. Mereka sangat suka dimanja dan tidak aktif bermain. Sementara itu, Anggora terkenal lebih aktif, cerdas, dan suka tantangan.
Perbedaan kucing Anggora dan Persia juga terlihat dari tingkat kemandiriannya; Anggora lebih mandiri, sedangkan Persia sangat tergantung pada pemiliknya.
Walau sama-sama berbulu panjang, kebutuhan perawatan kedua ras ini berbeda. Bulu kucing Persia lebih tebal dan mudah kusut, sehingga harus disisir setiap hari.
Adapun bulu Anggora lebih ringan dan jarang kusut, cukup disisir 1–2 kali seminggu. Namun, keduanya tetap perlu grooming rutin agar kulit dan bulu tetap sehat.
Kucing Persia rentan mengalami berbagai penyakit genetik seperti penyakit ginjal polikistik, gangguan pernapasan karena bentuk hidung pesek, dan infeksi mata.
