
Ilustrasi- Perempuan yang kurang dewasa dan bijaksana (garetvisual-freepik)
JawaPos.com - Kita semua melewati tahapan dalam hidup di mana kita sedikit kurang dewasa, kurang bijaksana daripada yang ingin kita akui. Tapi bagaimana kita mengenali momen-momen ini? Psikologi menawarkan beberapa wawasan tajam tentang kebiasaan yang menandakan kurangnya kedewasaan dan kebijaksanaan.
Dan mengenali pola-pola ini dalam perilaku kita adalah langkah pertama menuju pertumbuhan pribadi. Dalam artikel ini, saya akan memandu Anda melalui 5 kebiasaan ini, sehingga Anda dapat mengidentifikasi apakah kebiasaan itu ada dalam hidup Anda. Ini bukan tentang penilaian, melainkan kesadaran diri dan peningkatan. Berikut 5 kebiasannya, dikutip dari geediting pada Selasa (21/1).
1) Bertindak impulsif tanpa berpikir
Kita semua pernah ke sana, membuat keputusan di saat yang panas hanya untuk menyesalinya nanti. Ini adalah tanda klasik ketidakdewasaan dan kurangnya kebijaksanaan, menurut psikologi. Impulsif sering dikaitkan dengan remaja dan dewasa muda, tetapi dapat bertahan hingga dewasa jika tidak ditangani. Ini adalah kebiasaan bertindak atas kemauan sendiri, tanpa meluangkan waktu untuk mempertimbangkan konsekuensinya. Ini bukan hanya tentang keputusan besar dalam hidup, tetapi juga situasi sehari-hari.
Pikirkan tentang dorongan tiba-tiba untuk berbelanja secara royal pada sesuatu yang sebenarnya tidak Anda butuhkan, atau mengirimkan email kemarahan tanpa memikirkannya. Kedewasaan dan kebijaksanaan datang dengan kesabaran dan perhatian. Ini tentang belajar untuk berhenti sejenak, mengevaluasi situasi dari semua sudut, dan kemudian membuat keputusan yang tepat.
2) Menghindar dari tanggung jawab
Saya akui, ada saat ketika saya akan melakukan apa saja untuk menghindari tanggung jawab. Entah itu menyalahkan orang lain atas kesalahan saya atau menghindari tugas yang tidak ingin saya lakukan, saya lebih memilih jalan keluar yang mudah. Psikologi memberi tahu kita bahwa ini adalah kebiasaan umum bagi mereka yang kurang dewasa dan bijaksana. Ini tentang menolak untuk mengambil alih tindakan Anda dan konsekuensinya. Saya ingat suatu saat ketika saya melakukan kesalahan pada sebuah proyek di tempat kerja. Alih-alih mengakuinya, saya mencoba mengalihkan kesalahan ke rekan saya.
Tak perlu dikatakan, bos saya melihatnya dan memanggil saya. Itu adalah panggilan bangun untuk saya. Kedewasaan dan kebijaksanaan melibatkan peningkatan, mengakui kesalahan Anda, dan bertanggung jawab atas tindakan Anda. Itu tidak selalu mudah, tetapi itu perlu untuk pertumbuhan pribadi.
3) Ketergantungan yang berlebihan pada orang lain
Ada tingkat kemandirian tertentu yang datang dengan kedewasaan dan kebijaksanaan. Ini tidak berarti Anda harus menjalani hidup sendirian, tetapi ini melibatkan kemampuan untuk berdiri dengan kedua kaki Anda sendiri. Ketika orang terlalu mengandalkan orang lain untuk hal-hal yang dapat mereka lakukan sendiri, itu sering kali merupakan tanda kurangnya kedewasaan dan kebijaksanaan. Hal ini dapat terwujud dalam berbagai cara, mulai dari bergantung pada orang lain untuk mendapatkan dukungan emosional hingga mengandalkan mereka untuk tugas-tugas dasar sehari-hari. Dalam psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan konsep ketidakberdayaan yang dipelajari. Ini adalah keadaan mental di mana seseorang percaya bahwa mereka tidak memiliki kendali atas situasi mereka dan bahwa setiap upaya untuk memperbaiki keadaan mereka akan sia-sia. Menariknya, konsep ini pertama kali ditemukan dalam serangkaian eksperimen yang dilakukan oleh psikolog Martin Seligman pada akhir 1960-an menggunakan anjing.
Anjing-anjing yang berulang kali mengalami situasi buruk yang tidak dapat mereka hindari akhirnya berhenti mencoba melarikan diri sama sekali, bahkan ketika rute pelarian kemudian tersedia. Pelajarannya di sini? Jangan menerima ketidakberdayaan. Bahkan ketika keadaan menjadi sulit, penting untuk berjuang untuk kemandirian dan kemandirian. Ini adalah langkah kunci menuju kedewasaan dan kebijaksanaan.
4) Berjuang dengan pengaturan emosi
Pengaturan emosi adalah keterampilan kritis yang sering kali memisahkan orang yang dewasa dan bijaksana dari mereka yang kurang dewasa. Ini tentang mengelola emosi Anda, terutama dalam situasi stres, daripada membiarkannya mengatur Anda. Individu yang berjuang dengan pengaturan emosi mungkin meledak karena ketidaknyamanan kecil atau hancur saat menghadapi tantangan. Mereka mungkin merasa sulit untuk pulih dari kemunduran emosional dan mungkin mengalami perubahan suasana hati.
Di sisi lain, kedewasaan dan kebijaksanaan melibatkan pemahaman emosi Anda, mengetahui bagaimana hal itu memengaruhi perilaku Anda, dan belajar mengendalikannya. Ini tentang merespons daripada bereaksi. Jika Anda sering kewalahan oleh emosi Anda, mungkin sudah waktunya untuk melatih keterampilan pengaturan emosi Anda. Ini tidak berarti menekan perasaan Anda – ini tentang mengakuinya dan mengelolanya dengan cara yang sehat.
5) Menolak untuk belajar dari kesalahan
