Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Januari 2025, 02.00 WIB

Segera Sadari, Ini 7 Tanda Kamu Sedang Dimanipulasi secara Emosional dalam Hubungan Percintaan

Ilustrasi pasangan dalam hubungan percintaan. (Pexels) - Image

Ilustrasi pasangan dalam hubungan percintaan. (Pexels)

JawaPos.com - Manipulasi dalam hubungan adalah penggunaan distorsi mental dan eksploitasi emosional guna mengendalikan orang lain demi memperoleh kekuasaan.

Pelaku manipulasi akan memanfaatkan kelemahanmu ketika mencapai tujuan mereka. Jika berhasil, mereka akan terus melakukannya hingga kamu mengambil langkah untuk menghentikannya.

Menghentikan manipulasi bisa sangat sulit, jadi disarankan agar mencari dukungan, terutama apabila berurusan dengan orang yang manipulatif secara terus-menerus.

Dirangkum dari verywellmind.com, berikut beberapa tanda kamu sedang dimanipulasi secara emosional dalam hubungan percintaan.

  1. Melakukan gaslighting padamu

Orang yang melakukan gaslighting umumnya sering berbohong, menyalahkanmu, dan meremehkan perasaan yang sedang dirasakan. Contoh gaslighting bisa berupa ungkapan seperti, "Kamu gila," atau "Kamu terlalu sensitif.”

Tujuan mereka adalah membuatmu merasa bahwa perasaanmu tidak valid dan tidak pantas untuk diekspresikan. Gaslighting dilakukan guna menghindari tanggung jawab atas kesalahan mereka dan mengendalikan apa yang kamu pikirkan dan lakukan.

  1. Perilakunya pasif agresif

Berbeda dengan komunikasi yang terbuka, orang dengan perilaku pasif agresif tidak menyampaikan perasaan mereka secara langsung.

Pasanganmu mungkin mengelak dengan cara menghindari kontak atau tidak mau membicarakan topik tertentu. Sarkasme juga sering muncul sebagai bentuk komunikasi pasif agresif.

Contohnya, seseorang dengan perilaku pasif agresif bisa mencoba menarik perhatian dengan gerakan dramatis seperti mendesah atau cemberut, memakai reaksi emosional yang kekanak-kanakan untuk memancingmu bertanya apa yang salah tanpa memberi penjelasan langsung.

  1. Sering berbohong atau menyalahkanmu

Orang yang memanipulasi emosi cenderung menghindari tanggung jawab atas perbuatannya. Mereka bisa saja berbohong dengan terang-terangan atau melebih-lebihkan sesuatu guna menunjukkan bahwa diri mereka berada dalam cahaya yang lebih baik.

Mereka juga mungkin menyalahkanmu, membuatmu meragukan diri sendiri dan peristiwa yang sebenarnya terjadi. Meskipun banyak orang menganggap kebohongan ini tidak berbahaya, tetapi seseorang yang memanipulasi emosi kemungkinan akan berbohong untuk menipumu.

  1. Love bombing

Love bombing menjadi tanda jelas bahwa kamu sedang dimanipulasi. Ini terjadi ketika seseorang memberikan kasih sayang berlebihan di awal hubungan, seperti mengucapkan "Aku mencintaimu" hanya beberapa minggu setelah berpacaran atau meminta komitmen terlalu cepat.

Pelaku love bombing akan memujimu secara berlebihan, lalu mengabaikan atau merendahkanmu setelahnya.

Tujuan utama pelaku love bombing adalah kontrol guna menjebakmu dalam siklus kekerasan dan ketergantungan.

Ini sering terjadi pada hubungan kekerasan, di mana pelaku mengulangi pola kekerasan dan permintaan maaf, seperti hadiah atau tindakan manis, tanpa ada perubahan perilaku yang nyata. Love bombing juga dapat memicu manipulasi lain, seperti gaslighting dan pemaksaan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore