Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Januari 2025, 00.10 WIB

Psikologi di Balik Ketidaksukaan terhadap Anak Kecil: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Penanganannya

Ilustrasi orang yang selalu berpikir positif sehingga terhindar dari stres. (Pexels) - Image

Ilustrasi orang yang selalu berpikir positif sehingga terhindar dari stres. (Pexels)

JawaPos.Com-  Kesukaan seseorang terhadap suatu hal memang berbeda-beda. Selama suka dan tidak suka ini masih dalam batas wajar, sesungguhnya kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Begitu juga dengan orang-orang yang tidak menyukai anak kecil.

Sebaliknya, jika ketidaksukaan ini sampai membuat anda ingin melakukan hal buruk terhadap hal yang tidak anda sukai (anak kecil), maka sebaiknya anda perlu berwaspada pada diri anda. Karena hal tadi berkaitan dan akan merujuk pada suatu gangguan kejiwaan, misalnya gangguan kepribadian (psikopat, sosiopat), gangguan delusi, gangguan stres pasca trauma, dan sebagainya.

Kondisi seperti yang dijelaskan sebelumnya tidak selalu muncul karena trauma dengan anak kecil, bisa jadi hal ini terjadi karena murni jenis kepribadian tertentu, pola pengasuhan sejak dini, lingkungan yang tidak mendukung, ketidak seimbangan senyawa kimia dalam otak anda, genetik, bahkan tekanan mendalam di masa lampau (misalnya kerap mendapatkan perlakuan berbeda dibanding adik kandung dan sebagainya).

Namun, penting untuk mencari cara untuk mengatasi perasaan ini agar tidak mempengaruhi hubungan anda dengan anak-anak kecil disekitar anda, dan yang paling penting adalah suatu saat ketika anda memiliki anak, anda akan menjadi orang tua yang baik tanpa melibatkan perasaan ketidaksukaan terhadap anak itu sendiri.

Dilansir dari laman hellosehat.com, berikut beberapa saran yang mungkin membantu anda untuk mengatasi perasaan benci terhadap anak, antara alin:

  1. Refleksi diri

Coba refleksikan perasaan anda lebih dalam. Apakah ada rasa cemburu atau ketidakamanan yang mendasari perasaan benci terhadap anak-anak kecil? Mungkin ada kebutuhan emosional yang belum terpenuhi atau perasaan tidak dihargai yang perlu anda eksplorasi.

  1. Komunikasi dengan orang sekitar

Bicarakan perasaan anda kepada orang sekitar anda. Sampaikan kekhawatiran dan ketidaknyamanan anda terhadap perhatian yang diberikan kepada anak-anak kecil. Mungkin orang sekitar anda tidak menyadari dampak yang dirasakan oleh Anda dan dapat mencari cara untuk memperbaiki situasi tersebut.

  1. Terapi atau konseling

Jika perasaan anda terus mengganggu dan sulit untuk diatasi sendiri, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang Profesional seperti Psikolog atau Terapis. Mereka dapat membantu anda menjelajahi dan memahami lebih dalam perasaan anda serta memberikan strategi untuk mengatasi perasaan tersebut.

  1. Pendidikan diri

Mengenai kekhawatiran anda terhadap masa depan jika anda memiliki anak, penting untuk mengedukasi diri anda tentang pola pikir yang sehat dan bagaimana membangun hubungan yang baik dengan anak anda. Buku, artikel, atau sumber daya online tentang parenting dapat membantu anda mempersiapkan diri dan mengatasi kekhawatiran anda.***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore