
Ilustrasi sebuah keluarga. (Freepik).
JawaPos.com – Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam mendidik dan mendukung perkembangan anak.
Dalam mendidik anak, orang tua harus ingat bahwa setiap perilaku dan perkataan yang ditunjukkan di depan anak memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter mereka.
Seringkali, orang tua lengah dan mengira setiap perkataan atau tindakan mereka di depan anak tidak akan dimengerti oleh mereka.
Padahal, anak bisa mengamati, mengingat, dan meniru semua yang dilakukan orang tuanya karena mereka menganggapnya sebagai hal yang benar.
Meskipun penting untuk jujur dan terbuka kepada anak, namun ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dibahas oleh orang tua di depan anak.
Dirangkum dari Your Tango pada Rabu, (15/1), berikut adalah sepuluh topik yang seharusnya dihindari untuk dibicarakan dan dilakukan kepada anak menurut psikologi.
1. Masalah Finansial
Orang tua harus menghindari membahas permasalahan finansial di depan anak karena dapat menimbulkan perasaan cemas dan rasa tidak aman mengenai stabilitas keuangan keluarga mereka.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Youth and Adolescence menemukan bahwa ada hubungan antara konflik keuangan orang tua dengan perubahan perilaku anak mereka.
Ini menunjukkan bahwa orang tua yang secara terbuka memperlihatkan kecemasan mereka karena beban keuangan memburuk bisa menyebabkan anak-anak mereka khawatir sehingga berdampak pada perilaku mereka.
2. Mengkritik Penampilan Orang Lain
Mengkritik penampilan orang lain di depan anak harus dihindari karena dapat mengajarkan mereka untuk menilai orang lain secara sekilas dan hal tersebut bisa merusak pola pikir mereka.
Sebuah studi menemukan bahwa orang tua yang selalu mengomentari berat badan dan bentuk tubuh orang lain di depan anak dapat mempengaruhi harga diri dan kepercayaan diri anak mereka. Bahkan, hal tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan mental anak jika terus dibiarkan.
3. Konflik dengan Pasangan
Orang tua harus menghindari membahas konflik hubungan suami-istri di depan anak-anak mereka untuk menjaga rasa aman secara emosional di dalam rumah.
