Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Januari 2025, 04.01 WIB

Mood Swing Jadi Tanda Bipolar? Jangan Salah Kaprah, Ini Penjelasan Ahli yang Harus Kamu Tahu!

Ilustrasi mood swing. - Image

Ilustrasi mood swing.

 

JawaPos.com - Istilah "mood swing" memang sangat populer, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan perubahan suasana hati secara cepat dan tiba-tiba. 

Tetapi, tidak sedikit yang salah kaprah dan mengaitkan mood swing dengan gangguan bipolar tanpa memahami lebih dalam apa itu bipolar. Mood swing sendiri merupakan perubahan suasana hati yang bisa terjadi karena banyak faktor.

Kondisi ini umumnya dianggap normal, terutama pada masa pubertas atau perubahan hormonal tertentu. Namun, bagaimana sebenarnya hubungan antara mood swing dan gangguan bipolar? 

Apa Itu Mood Swing dan Bagaimana Kaitannya dengan Bipolar?

Dilansir dari laman resmi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI), mood swing atau perubahan suasana hati adalah kondisi di mana seseorang mengalami pergeseran emosi yang signifikan dalam rentang waktu tertentu. Pergeseran ini dapat berupa perasaan bahagia yang tiba-tiba berubah menjadi sedih, atau sebaliknya. Intensitas dan durasi perubahan suasana hati ini bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Mood swing bisa terjadi secara normal sebagai respons tubuh terhadap perubahan hormonal, seperti pada masa pubertas, menopause, atau sebelum menstruasi (PMS). Selain itu, perubahan suasana hati juga dapat dipicu oleh stres, kelelahan, kurang tidur, pola makan yang buruk, atau bahkan konsumsi kafein dan gula secara berlebihan.

Namun, mood swing yang tidak normal sering kali disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti penyalahgunaan obat-obatan, gangguan kecemasan, atau masalah kesehatan mental lainnya. Menurut RS UI, mood swing sering disalahartikan sebagai gejala gangguan bipolar. Hal ini karena gejala mood swing yang juga terdapat pada gangguan bipolar, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Gangguan bipolar sendiri adalah kondisi kesehatan mental serius yang ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrem antara fase mania dan depresi. 

Mengenal Gangguan Bipolar

Dilansir dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Kondisi ini melibatkan fase mania (kegembiraan berlebihan) dan depresi (kesedihan mendalam). Penyebabnya sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor seperti ketidakseimbangan neurotransmitter, gangguan fungsi tiroid, dan tingkat stres yang tinggi diduga menjadi penyebab dari gangguan bipolar.

Gejala utama gangguan bipolar meliputi:

  1. Perubahan suasana hati yang drastis dari sangat bahagia menjadi sangat sedih.

  • Penurunan semangat hingga sulit menjalani aktivitas sehari-hari.

  • Perasaan percaya diri berlebihan yang kemudian berubah menjadi pesimisme.

  • Jika mood swing hanya terjadi di waktu tertentu, sedangkan fase emosi bipolar bisa berlangsung selama minggu atau bahkan bulan, dan kondisi ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Faktor genetik, pengalaman traumatis, dan ketidakseimbangan kimia di otak menjadi pemicu utama gangguan ini.

    Perbedaan Mood Swing dan Bipolar

    Mengutip penjelasan dari artikel Halodoc, mood swing adalah perubahan suasana hati yang biasanya terjadi sesekali karena faktor pemicu tertentu seperti stres, kurang tidur, atau ketidakseimbangan nutrisi. Kondisi ini masih tergolong normal selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Namun, pada gangguan bipolar, perubahan suasana hati berlangsung lebih lama, tanpa pemicu yang jelas, dan berdampak serius pada kehidupan sehari-hari. Pengidap bipolar sering mengalami fase mania yang ditandai dengan semangat berlebihan, gangguan tidur, dan rasa percaya diri tinggi, yang kemudian diikuti oleh fase depresi dengan gejala seperti putus asa, kesepian, bahkan keinginan untuk bunuh diri. Jika mood swing mulai mengganggu aktivitas atau menimbulkan gejala serius seperti keinginan melukai diri sendiri, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis. 

    Tanda-Tanda Mood Swing yang Perlu Diwaspadai

    Menurut Alodokter, mood swing yang tidak memengaruhi aktivitas sehari-hari masih dianggap wajar. Namun, jika perubahan suasana hati terjadi secara drastis, sering, dan hingga merusak hubungan sosial atau profesional, hal ini perlu diwaspadai.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore