
Ilustrasi- Manipulator dan korbannya
JawaPos.com - Manipulator sering menggunakan rasa bersalah sebagai senjata utama untuk mengontrol orang lain.
Namun, ketika mereka menyadari bahwa taktik ini tidak lagi efektif terhadap Anda, mereka biasanya tidak akan menyerah begitu saja.
Sebaliknya, mereka akan mencoba berbagai cara baru untuk tetap mempertahankan kendali. Dengan memahami pola-pola perilaku yang mereka gunakan, Anda bisa lebih siap menghadapi manipulasi mereka dan menjaga batasan yang telah Anda tetapkan.
Berikut adalah beberapa hal yang biasanya dilakukan seorang manipulator saat mereka merasa kehilangan pengaruhnya terhadap Anda.
1. Mereka Mulai Memainkan Kartu Korban
Manipulator sering beralih memainkan peran sebagai korban untuk membangkitkan rasa iba Anda. Mereka mencoba membalikkan keadaan agar Anda merasa bersalah karena "melukai" mereka, meskipun sebenarnya Anda hanya melindungi diri.
2. Mereka Menggunakan Tekanan Tidak Langsung
Daripada konfrontasi langsung, mereka akan menggunakan tekanan halus, seperti gestur pasif-agresif atau komentar sinis, untuk membuat Anda merasa tidak nyaman atau ragu pada keputusan Anda.
3. Mereka Mengalihkan Kesalahan
Mereka akan berusaha menuduh Anda sebagai penyebab masalah. Dengan begitu, mereka berharap Anda kembali merasa bersalah dan menyesali tindakan Anda.
4. Mereka Mendiamkan Anda
Manipulasi dalam bentuk silent treatment adalah salah satu taktik klasik. Mereka mendiamkan Anda untuk menciptakan ketegangan, berharap Anda akan menyerah dan meminta maaf.
5. Mereka Mengungkit Masa Lalu
Manipulator sering membawa kembali kesalahan Anda di masa lalu untuk melemahkan posisi Anda. Hal ini bertujuan untuk membuat Anda merasa tidak layak untuk bertahan pada pendirian Anda.
6. Mereka Membuat Ancaman Halus
