
8 Frasa yang Sering Diucapkan Orang dengan Mentalitas Korban Tanpa Mereka Sadari./Freepik.
JawaPos.com - Ketika seseorang berkata, "Saya tidak bisa melakukannya", Anda dapat merasakan keraguan mereka terhadap diri mereka sendiri.
Ketika mereka terus-menerus berkata, "Itu bukan salah saya", Anda mulai menyadari adanya pola.
Selamat datang di dunia mentalitas korban. Ya, orang tidak selalu menyadari apa yang diungkapkan kata-kata mereka tentang diri mereka.
Namun, jika menyangkut mereka yang bermentalitas korban, ada 8 frasa yang cenderung lebih sering mereka gunakan daripada orang lain.
Dalam artikel yang dikutip dari geediting.com, Minggu (12/1) ini, kita akan menyelami frasa-frasa ini dan apa artinya.
Anda akan melihat, ini tidak semudah yang Anda kira. Namun begitu Anda mengetahuinya, Anda akan dapat mengenali mentalitas korban dari jarak satu mil jauhnya.
1. “Itu bukan salah saya”
Kita semua pernah mendengarnya sebelumnya. "Itu bukan salah saya", kata mereka, meskipun jelas-jelas salah.
Mereka mengabaikan tanggung jawab dan menyalahkan orang lain. Seolah-olah mereka alergi terhadap akuntabilitas.
Ini adalah tanda pertama dari mentalitas korban.
Orang yang bermentalitas korban sulit menerima bahwa mereka mungkin bersalah. Mereka menghindari tanggung jawab atas tindakan mereka dan cepat menyalahkan orang lain.
2. “Segala sesuatunya selalu salah bagi saya”
Frasa ini terasa seperti menggambarkan dia yang sedang terjebak dalam lingkaran negatif dan tidak bisa melihat sisi baik dari segala sesuatunya, tidak peduli sekeras apa pun dia berusaha.
Frasa ini adalah tanda klasik lain dari mentalitas korban. Ini adalah generalisasi berlebihan yang menggambarkan hidup mereka sebagai satu bencana besar yang tak pernah berakhir.
Mereka begitu fokus pada kemalangan yang mereka rasakan sehingga mengabaikan berkat dan keberhasilan mereka.
3. “Saya selalu menjadi orang yang terluka”
