Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Januari 2025, 00.30 WIB

8 Frasa Orang yang Memiliki 'Privilege' Ketika Tidak Memahami Perjuangan Orang Lain: Apa Saja Contohnya?

Ilustrasi orang yang punya previlege bertanya pada temannya.(Pexels.com/SHVETSProduction) - Image

Ilustrasi orang yang punya previlege bertanya pada temannya.(Pexels.com/SHVETSProduction)

JawaPos.com - Bagi kita yang berjuang dan memulainya dari nol, sering kali iri melihat mereka yang sudah memiliki 'privilege'. Entah itu fasilitas mewah dari orang tua atau punya banyak 'kenalan' sehingga mudah masuk kerja atau berbisnis.

Dikutip dari laman Yayasan Rumpun Nurani, privilege berarti hak istimewa, yang disaat kondisi seseorang mendapatkan keuntungan tanpa kesulitan dalam meraihnya. Kondisi ini juga dinilai dapat membantu seseorang untuk memiliki kehidupan baik dan melanggengkannya.

Secara umum, seseorang dinilai memiliki privilege itu apabila berasal dari keluarga berkecukupan, memiliki akses pendidikan, serta dapat menikmati jaminan kesehatan. Oleh karena itu, mereka dinilai tidak merasakan susahnya perjuangan orang yang memulainya dari bawah.

Dilansir dari laman Global English Editing, 8 frasa orang yang memiliki 'privilege' ketika tidak memahami perjuangan orang lain, diantaranya :

1. “Mengapa mereka tidak…?”

Ini adalah pertanyaan sangat umum, penuh dengan kenaifan dan kurangnya pemahaman. Individu yang memiliki privilege sering kali terjebak dalam penyederhanaan masalah yang rumit. Mereka memandang masalah dari sudut pandang sendiri, hingga mengabaikan beragam keadaan yang mungkin dihadapi orang lain.

Ungkapan “Mengapa mereka tidak…?” merupakan simbol dari pola pikir ini. Hal ini menyiratkan bahwa solusinya sederhana, lugas, dan mudah dicapai, yakni sebuah perspektif yang sering kali jauh dari kenyataan.

Cara berpikir ini mengabaikan permasalahan sistemik dan kesulitan pribadi yang dapat membatasi pilihan masyarakat. Ini merupakan indikator yang jelas akan keistimewaan, kemampuan untuk melihat kehidupan melalui sudut pandang di mana banyak pilihan dan dapat diakses.

2. “Aku belum pernah mengalaminya”

Di dunianya, gagal atau rugi dalam berbisnis bukanlah suatu masalah karena dia tidak mengalaminya secara pribadi bahkan cepat ditangani jika hal itu terjadi. Pernyataannya secara halus menepis pengalaman banyak orang.

Privilege yang mereka mengalami telah menciptakan titik buta, sehingga sulit baginya untuk benar-benar memahami perjuangan orang lain. Pernyataannya, meskipun tidak disengaja, meminimalkan pengalaman orang lain dan menyoroti kurangnya pemahaman.

3. “Tapi kita semua sekarang setara”

Pernyataan ini sering terdengar dalam diskusi mengenai ketidaksetaraan ras atau gender. Hal ini berasal dari keyakinan bahwa sejak perubahan hukum dan kebijakan dilakukan untuk mendorong kesetaraan, maka semua pihak memiliki peluang yang sama.

Ungkapan ini mengabaikan realitas kesenjangan sistemik dan pengalaman hidup yang terus menghadapi diskriminasi. Ini adalah ilustrasi klasik tentang hak istimewa, asumsi bahwa pengalaman setiap orang mencerminkan pengalamanmu.

4. “Ini bukan masalah besar”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore