
Ilustrasi seseorang yang menghadapi teman yang sulit. (Freepik)
JawaPos.com – Sebagai seorang yang hidup bersosialisasi dengan siapapun, tentu saja kita pernah menghadapi seseorang yang sangat sulit mengikuti norma atau kesopanan dalam tradisi keseharian kita.
Berurusan dengan orang-orang sulit ini adalah sesuatu yang dialami sebagian besar dari kita secara teratur, dan itu bisa sangat membuat frustrasi dan stres.
Anda mungkin menjumpai mereka di tempat kerja, di lingkungan sosial, atau bahkan di dalam keluarga. Mereka mungkin terlalu kritis, keras kepala, atau terkadang kasar.
Berikut 5 cara yang harus dilakukan untuk menghadapi orang yang sulit, seperti dilansir dari laman Baselinemeg.
Saat berhadapan dengan orang yang sulit, mudah untuk mengabaikan atau bersikap defensif. Namun, psikologi menunjukkan bahwa mendengarkan secara aktif dapat membantu meredakan ketegangan dan menciptakan interaksi yang lebih positif.
Jadi, saat anda berada dalam percakapan yang menantang, cobalah untuk benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan lawan bicara. Cobalah untuk tidak menyela, meskipun anda tidak setuju.
Sebaliknya, biarkan mereka menyelesaikan pikirannya sebelum anda menanggapi. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi intensitas percakapan dan memberi anda kesempatan yang lebih baik untuk mengekspresikan pikiran anda dengan tenang dan efektif.
Melakukan hal tersebut tidak hanya menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Tetapi juga menunjukkan kedewasaan dan kecerdasan emosional anda yang dapat sangat membantu dalam mengelola interaksi yang sulit.
Jika seseorang bersikap sangat keras kepala atau suka membantah, mereka sering kali mengharapkan anda untuk menentang mereka. Dengan menyetujui mereka atau setidaknya menemukan sesuatu dalam argumen mereka untuk disetujui, anda dapat mengejutkan mereka dan meredakan situasi.
Ini tidak berarti anda harus mengorbankan sudut pandang atau nilai-nilai anda sendiri. Ini lebih tentang menunjukkan bahwa anda terbuka terhadap perspektif mereka dan bahwa anda tidak hanya ada di sana untuk membantah semua yang mereka katakan.
Hal ini memvalidasi emosi mereka dan membantu mereka merasa didengarkan. Hal ini juga menciptakan ruang untuk percakapan yang lebih produktif, di mana mereka mungkin lebih terbuka terhadap sudut pandang atau solusi yang berbeda.
Energi yang anda bawa ke dalam percakapan dapat sangat memengaruhi hasilnya. Saat berhadapan dengan orang yang sulit, wajar saja jika anda bersikap defensif atau negatif. Namun, memilih pendekatan positif dapat memberikan hasil yang lebih baik.
Cobalah memuji mereka, menunjukkan penghargaan atas wawasan mereka, atau sekadar mempertahankan nada dan sikap yang ceria.
Mungkin hal itu tidak selalu mengubah watak mereka sepenuhnya, tetapi hal itu pasti dapat membantu meredakan sebagian ketegangan dan membuka jalan bagi dialog yang lebih konstruktif.
Jika seseorang bersikap sulit, mungkin karena mereka kewalahan atau sedang berjuang menghadapi sesuatu.
