
Ilustrasi delapan hal yang tidak boleh dilakukan saat menghibur seseorang yang sedang berduka.
JawaPos.com - Ada batasan tipis antara menawarkan kenyamanan dan menyebabkan lebih banyak rasa sakit saat seseorang sedang berduka. Perbedaan ini terletak pada pemahaman.
Menenangkan seseorang yang sedang berduka bukan berarti menghilangkan rasa sakitnya, tetapi mendampinginya di tengah kesedihannya.
Mengatakan hal yang salah, bahkan dengan niat yang baik, dapat lebih menyakitkan daripada membantu. Itulah mengapa penting mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan.
Dilansir dari Geediting, inilah delapan hal yang tidak boleh dilakukan saat menghibur seseorang yang sedang berduka.
1. Hindari hal klise
Di masa berkabung, hal klise dapat lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaatnya. Kita semua pernah mendengarnya: “Mereka berada di tempat yang lebih baik sekarang,” “Setidaknya mereka berumur panjang,” atau “Semua terjadi karena suatu alasan.”
Frasa-frasa ini seringkali dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan tetapi cenderung meremehkan penderitaan seseorang. Kesedihan adalah pengalaman yang sangat pribadi dan unik.
Penggunaan hal yang klise dapat dianggap meremehkan atau tidak peka, seolah-olah kamu mencoba menempelkan plester pada luka yang membutuhkan perhatian lebih. Saat menghibur seseorang yang sedang berduka, penting untuk mengakui rasa sakitnya tanpa mencoba menawarkan solusi cepat.
2. Jangan terburu-buru
Kita semua menghadapi kesedihan dengan cara yang berbeda dan dengan waktu kita sendiri. Untuk itu, hal terakhir yang kita inginkan adalah seseorang menyuruh kita untuk "melanjutkan hidup" atau "melupakannya".
Alih-alih merasa terhibur, orang yang berduka mungkin malah merasa diabaikan. Kesedihan mereka tidak muat dalam kotak kecil berisi rentang waktu tertentu. Hal itu dapat membuat mereka merasa seperti mereka berduka dengan cara yang 'salah' atau terlalu lama.
Tidak ada batas waktu yang 'tepat' untuk berduka. Berduka adalah sebuah perjalanan, yang seringkali dipenuhi pasang surut yang tidak sesuai jadwal dan yang dibutuhkan orang yang berduka adalah kesabaran dan pengertian, bukan tekanan untuk sembuh lebih cepat.
3. Hindari membandingkan kerugian
Sudah menjadi sifat manusia untuk mencoba berhubungan dengan orang lain dengan cara berbagi pengalaman pribadi. Namun, ketika seseorang sedang berduka, membandingkan kehilangannya seringkali dapat lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaatnya.
Kehilangan adalah pengalaman subjektif, dan membandingkan kehilangan seseorang dengan kehilangan orang lain dapat secara tidak sengaja merendahkan perasaan mereka. Meskipun kamu pernah mengalami kehilangan yang serupa, kesedihan setiap orang bersifat unik dan sangat pribadi.
