Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2025, 18.59 WIB

Benarkah Faktor Genetik Berperan dalam Kecenderungan Seseorang untuk Berselingkuh? Begini Penjelasannya

Ilustrasi hubungan kesetiaan dan genetik pada perselingkuhan. (Freepik) - Image

Ilustrasi hubungan kesetiaan dan genetik pada perselingkuhan. (Freepik)

JawaPos.com - Perselingkuhan, sebuah isu kompleks yang merusak banyak hubungan, sering kali dikaitkan dengan masalah moral atau kurangnya komitmen. Namun, penelitian terbaru membuka perspektif baru: benarkah genetika turut berperan dalam kecenderungan seseorang untuk berselingkuh?

Sebuah artikel berjudul "It turns out cheating might be genetic — here's what you need to know" yang dipublikasikan di Business Insider mencoba menelaah lebih dalam mengenai hal ini. Dikutip dari Business Insider, artikel tersebut membahas bagaimana faktor genetik dapat memengaruhi perilaku seseorang, termasuk dalam hal kesetiaan.

Satu di antara poin penting yang diangkat adalah adanya variasi gen yang memengaruhi sistem dopamin dan vasopresin dalam otak. Sistem ini berperan penting dalam pembentukan ikatan sosial dan emosional.

Variasi gen tertentu dikaitkan dengan rendahnya reseptor vasopresin, hormon yang berperan dalam membangun ikatan kuat antar pasangan. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam membangun dan mempertahankan hubungan jangka panjang.

Selain itu, variasi pada gen DRD4, yang terkait dengan sistem dopamin, juga dikaitkan dengan perilaku mencari sensasi dan petualangan, satu diantara karakteristik yang mungkin mendorong seseorang untuk berselingkuh.

Namun, penting untuk ditekankan bahwa genetika bukanlah satu-satunya faktor penentu. Lingkungan, pengalaman masa kecil, dan nilai-nilai yang dianut juga memainkan peran krusial.

Genetika memberikan predisposisi atau kecenderungan, tetapi pilihan tetap berada di tangan individu. Faktor lingkungan dan pengalaman hidup dapat memodifikasi ekspresi gen tersebut.

Berikut poin-poin utama dari artikel "It turns out cheating might be genetic — here's what you need to know":

Variasi Gen Vasopresin: Beberapa variasi genetik memengaruhi reseptor vasopresin, hormon yang penting untuk ikatan pasangan. Individu dengan variasi ini mungkin mengalami kesulitan dalam membentuk ikatan yang kuat.

Variasi Gen DRD4: Gen DRD4 terkait dengan sistem dopamin dan perilaku mencari sensasi. Variasi tertentu pada gen ini dikaitkan dengan kecenderungan mencari pengalaman baru, yang dalam beberapa kasus dapat bermanifestasi sebagai perselingkuhan.

Genetika Bukanlah Penentu Tunggal: Meskipun genetika berperan, faktor lingkungan dan pengalaman hidup juga sangat penting. Genetika memberikan predisposisi, tetapi lingkungan dapat memodifikasinya.

Artikel di Business Insider tersebut memberikan satu diantara perspektif menarik tentang kompleksitas perselingkuhan. Ia tidak membenarkan perilaku tersebut, tetapi memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang faktor-faktor yang mungkin memengaruhinya.

Memahami faktor-faktor ini dapat membantu individu dan pasangan untuk lebih memahami dinamika hubungan mereka. Hal ini juga dapat mendorong komunikasi yang lebih terbuka dan upaya pencegahan perselingkuhan yang lebih efektif.

Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki kendali atas tindakannya. Meskipun genetika dapat memberikan kecenderungan, pilihan untuk setia atau berselingkuh tetap berada di tangan masing-masing.

Oleh karena itu, penting untuk terus membangun komunikasi yang baik, memperkuat ikatan emosional, dan memprioritaskan komitmen dalam hubungan. Dengan demikian, kita dapat meminimalkan risiko perselingkuhan dan membangun hubungan yang sehat dan langgeng.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore