
Ilustrasi Hate Comment di Sosial Media (Dok.Stokking/Freepik)
Jawapos.com - Ujaran kebencian atau biasa dikenal dengan hate comment adalah komentar yang diungkapan dengan tujuan menghina, melecehkan, mengumpat, atau memprovokasi seseorang/organisasi secara daring maupun luring.
Hate comment dapat berupa penyebaran berita bohong, penghinaan, penistaan, pencemaran nama baik, menghasut, provokasi dan perbuatan tidak menyenangkan lainnya. Pelaku hate comment tidak terbatas pada umur, pekerjaan, maupun ras tertentu.
Strategi Menghadapi Hate Comment
Saat ini hate comment banyak tersebar di media sosial. Tidak sedikit pengguna media sosial menerima hate comment.
Bagaimana kita sebagai pengguna media sosial menghadapi hate comment?
Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (9/1), Caroline Baker Ed.D, co-author buku An Influencer’s World : A Behind-the-Scenes Look at Social Media Influencers and Creators, menjelaskan bahwa terdapat beberapa cara menghadapi hate comment di antaranya;
1. Mencegah Dampak Hate Comment pada Diri Kita
Dampak hate comment dapat diminimalisir atau dicegah dengan memahami apa yang kita rasakan setelah membaca hate comment tersebut. Luangkan waktu untuk memahaminya dan mempertanyakan kepada diri kita seperti apakah hate comment berdampak pada suasana hati kita?, apakah kita lebih mudah tersinggung?, apakah hal-hal negatif mempengaruhi kita melebihi dari yang kita kira sebelumnya?, dan sebagainya. Memahami dampak membaca hate comment membantu kita menentukan tindakan kita selanjutnya dengan bijak.
2. Menyadari Tindakan Kita Saat Menghadapi Hate Comment
Menyadari tindakan kita membantu meminimalisir tindakan impulsif akibat emosi yang meluapkan setelah menerima hate comment. Kita dapat memilih hal yang menenangkan dan menentramkan diri dibandingkan bertindak impulsif yang berpotensi berdampak buruk untuk diri kita sendiri.
3. Berusaha Tidak Menyimpan Kebencian
Memilih untuk tidak menyimpan kebencian dan melanjutkan hidup membantu kita agar tidak terkurung dalam perasaan negatif yang berpotensi menganggu kehidupan kita.
4. Memahami Sumber Kebencian Itu Berasal
Mary Fitzgerald, Selling Sunset yang ditayangkan di Netflix mengingatkan dirinya sendiri bahwa emosi seperti insecure, kecemburuan, dan ketakutan, yang mendasari kebencian cenderung berasal dari proyeksi emosi para pembenci yang dilampiaskan kepada orang lain.
5. Menetapkan Tujuan Bermedia Sosial
