
Ilustrasi orang malas (Vlada Karpovich/)
JawaPos.com - Dalam kehidupan yang serba cepat, jika kamu lebih tenang dan tidak terburu-buru, maka kamu mungkin kesulitan menemukan orang yang bisa memahami dan menghargai cara hidupmu. Mereka yang santai sering merasa terisolasi karena banyak yang terjebak dalam ritme yang cepat.
Tak jarang, orang-orang menilaimu sebagai seseorang yang kurang bersemangat atau tidak punya ambisi, padahal sebenarnya kamu hanya merasa nyaman dengan ritme hidupmu sendiri.
Mengutip geediting.com, berikut ini beberapa kebiasaan orang malas yang membuat hidupnya tidak pernah berkembang.
1. Sering menunda
Kamu sering menunda tugas hingga menit terakhir karena merasa lebih tenang saat tidak sibuk. Waktu ini kamu manfaatkan untuk bersantai dan melakukan hal-hal yang memerlukan sedikit usaha setelah melakukan pekerjaan produktif.
Sayangnya, kebiasaan menunda ini sering dianggap sebagai kurangnya ambisi, membuat orang berpikir kamu tidak termotivasi atau malas. Namun, itu tidak berarti dirimu tidak mampu. Kamu hanya menghargai waktu istirahat sebab saat bersantai, kamu bebas dari tekanan untuk selalu produktif.
2. Menunggu momen yang tepat
Menunggu momen yang tepat menjadi salah satu alasan yang digunakan orang malas. Misalnya, kamu punya teman yang selalu menunggu momen yang tepat untuk memulai mimpinya. Dia ingin membuat blog, tetapi terus menunggu laptop, ide, atau waktu yang sempurna. Bulan berganti tahun, dan dia tidak pernah memulai blog tersebut.
Ini adalah kebiasaan orang yang enggan mengambil langkah maju dalam hidup, selalu menunggu keadaan sempurna. Sayangnya, kebiasaan ini sering dianggap sebagai kurangnya inisiatif karena tampak seperti tidak ada tindakan yang diambil. Kamu terlalu menunggu kesempurnaan, sehingga merasa bebas dari rasa takut gagal atau berbuat kesalahan.
3. Tidak punya visi yang jelas di masa depan
Penelitian oleh psikolog Gabriele Oettingen menunjukkan bahwa orang yang sering berfantasi mengenai masa depan cenderung kurang sukses. Mereka yang gagal maju dalam hidup seringkali tidak memiliki visi yang jelas. Meskipun kamu mungkin membayangkan masa depan yang ideal, saatnya untuk menetapkan tujuan dan rencana konkret, kamu seringkali gagal.
Kurangnya arah ini sering dianggap sebagai kurangnya dorongan, karena tampak seperti tidak mempunyai tujuan yang jelas. Kamu mungkin lebih menikmati hidup saat ini, tanpa terbebani tekanan untuk merencanakan masa depan.
4. Masih berjuang disiplin
Kamu mungkin memiliki ide-ide brilian dan pemikiran yang sangat inovatif, namun tanpa disiplin guna mewujudkannya, ide-ide tersebut hanya akan tetap menjadi gagasan semata. Tantangan dalam hal disiplin ini sering disalahartikan sebagai kurangnya komitmen karena kamu terlihat tidak konsisten dalam mengikuti rencana atau menindaklanjuti ide-ide yang dimiliki.
Kamu mungkin lebih menghargai spontanitas dan kebebasan sebab dengan tidak terikat pada jadwal atau rutinitas yang kaku, maka kamu merasa lebih bebas dari tekanan supaya selalu mengikuti suatu rencana yang sudah ditetapkan.
