
Ilustrasi orang bosan walaupun ada banyak pekerjaan. (iStock)
JawaPos.com - Sindrom boreout merupakan perasaan bosan kronis yang dapat mengganggu produktivitas dan performa kerja. Sindrom ini memiliki beberapa gejala yang harus dikenali dan diatasi.
Dilansir dari Forecast, boreout bukanlah hal baru. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa hal ini sangat lazim.
Sebuah penelitian di Perancis menunjukkan bahwa jumlah karyawan yang merasa bosan bisa mencapai 60 persen. Teori boreout sindrom pertama kali dikembangkan oleh Peter Werder dan Philippe Rothlin pada tahun 2007.
Mereka mendeskripsikan boreout sindrom sebagai suatu ketidakseimbangan antara jumlah tugas yang harus dikerjakan dan waktu untuk bekerja. Gejala boreout juga bisa terjadi karena kurangnya jumlah tugas yang memadai atau menantang.
Sindrom boreout dapat membuat seseorang merasa tidak mendapatkan makna dan hasil dari apa yang dia dikerjakan. Bagi pekerja, sindrom boreout ini biasanya menimbulkan perasaan jenuh, walaupun banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.
Lalu bagaimana cara mengatasi boreout?
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi boreout sindrom!
1. Lakukan pembagian tugas dalam tim untuk memastikan keseimbangan beban kerja yang lebih baik
2. Evaluasi kembali tujuan yang ingin dicapai untuk memastikan apakah tujuan tersebut realistis dan menantang
3. Ikuti program pelatihan untuk pengembangan keterampilan yang lebih luas
4. Pindah tempat kerja dan pastikan bahwa keterampilan yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan (hindari kualifikasi yang berlebihan).
Dikutip dari laman Deutsche Welle, Jelena Becker, seorang pakar psikologi menyatakan bahwa para pekerja yang merasa terancam sindrom boreout harus melakukan jeda dan mencari tahu di mana masalahnya.
Dalam waktu bersamaan juga, perusahaan atau jajaran pimpinan punya kewajiban membantu karyawannya. Jika seorang karyawan menghadapi masalah baik itu boreout atau burnout, tempat kerja juga harus bekerjasama mencari solusinya.
Itulah beberapa informasi terkait sindrom boreout yang dapat dipahami, mulai dari gejala hingga tips mengatasinya.
