
Ilustrasi hubungan persahabatan yang kurang sehat. (Freepik)
JawaPos.com – Persahabatan yang berubah menjadi tidak sehat bisa jadi halus dan sulit dikenali, sering kali membuat Anda merasa tidak nyaman dan bingung.
Mungkin Anda pernah melihat teman Anda berperilaku dengan cara yang suka mengendalikan, pasif-agresif, atau selalu bersikap negatif. Atau mungkin Anda terus-menerus merasa dihakimi, diremehkan, atau dimanipulasi.
Tanda-tanda ini tidak selalu kentara dan dapat muncul tiba-tiba, membuat persahabatan Anda menjadi sumber stres alih-alih kegembiraan.
Berikut 5 tanda bahwa hubungan persahabatan berjalan tidak baik hingga sering memunculkan perselisihan, seperti dilansir dari laman Baselinemeg.
1. Keberpihakan secara terus menerus
Psikologi mengatakan bahwa hubungan yang sehat adalah tentang memberi dan menerima. Namun, jika hubungan tersebut hanya sepihak, Anda dapat merasa terkuras secara emosional dan tidak dihargai.
Misalnya, jika Anda selalu menjadi orang yang mendengarkan, memberi dukungan, atau berkorban, tetapi teman Anda tidak membalasnya, itu bisa menjadi tanda dinamika yang tidak sehat.
Ini bukan tentang mencatat skor, tetapi tentang rasa saling menghormati dan mendukung. Jika Anda merasa persahabatan itu lebih tentang mereka daripada tentang Anda berdua, anggaplah ini sebagai tanda bahaya.
2. Selalu setuju dengan berbagai situasi dan kondisi
Mungkin tampak aneh, tetapi selalu setuju dalam segala hal belum tentu merupakan pertanda baik dalam sebuah persahabatan. Dalam persahabatan yang sehat, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan bahkan diharapkan.
Perbedaan pendapat dapat menghasilkan percakapan yang memperkaya dan pertumbuhan bersama. Namun, jika Anda melihat bahwa teman Anda setuju dengan semua yang Anda katakan, tidak peduli seberapa besar atau kecilnya, itu bisa menjadi tanda samar bahwa ada sesuatu yang salah.
Hal ini dapat menunjukkan rasa takut akan konflik atau keinginan untuk memanipulasi dengan tampil sempurna. Hal ini juga dapat menunjukkan bahwa teman Anda tidak merasa nyaman mengungkapkan pikiran dan perasaannya yang sebenarnya kepada Anda.
3. Merasa lelah setelan berinteraksi langsung
Dalam persahabatan yang sehat, menghabiskan waktu bersama teman seharusnya membuat Anda merasa segar dan positif. Namun, jika Anda terus-menerus merasa terkuras, letih, atau terkuras secara emosional setelah berinteraksi dengan mereka, itu mungkin merupakan tanda samar bahwa persahabatan tersebut berubah menjadi tidak sehat.
Hal ini karena kondisi emosional kita sangat bergantung pada jenis interaksi yang kita lakukan dengan orang lain. Interaksi positif meningkatkan tingkat energi dan memperbaiki suasana hati kita, sedangkan interaksi negatif justru dapat melakukan hal yang sebaliknya.
