
Ilustrasi anak susah makan. (Freepik)
JawaPos.com - Asupan gizi pada makanan merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan bayi dan anak di bawah usia tiga tahun (batita). Walaupun dianggap sebagai proses alami, banyak orang tua yang mengalami tantangan saat memberikan makan kepada anak mereka.
Dilansir dari Bethesda.or.id, sekitar 50-60% orang tua melaporkan bahwa anak mereka menghadapi masalah makan. Masalah ini bisa bervariasi, mulai dari kurangnya nafsu makan, memilih-milih makanan (picky eating), hingga mudah terpengaruh atau terdistraksi saat waktu makan.
Salah satu penyebab utama masalah makan pada anak adalah inappropriate feeding practice atau praktik pemberian makan yang salah. Masalah ini bisa terjadi akibat perilaku makan yang tidak tepat atau pemberian makanan yang tidak sesuai dengan usia anak.
Dalam banyak kasus, inappropriate feeding practice terjadi karena kurangnya pengetahuan orang tua mengenai cara pemberian makan yang benar atau sebagai respons terhadap masalah seperti anak yang sulit makan (small eaters), persepsi orang tua yang keliru tentang kebutuhan makanan anak, atau bahkan kebiasaan anak yang pilih-pilih makanan.
Dikutip dari Herminahospitals.com, untuk mengatasi masalah makan pada anak, orang tua perlu mengetahui beberapa langkah yang dapat membantu memperbaiki kebiasaan makan anak. Berikut adalah beberapa cara yang efektif untuk mengatasi masalah makan pada anak:
Terapkan Feeding Rules Feeding rules adalah aturan dasar pemberian makan yang harus dipatuhi orang tua. Salah satu aturan utama adalah menjaga jadwal makan yang teratur, yakni tiga kali makan utama dan dua kali makanan selingan (snack) di antara waktu makan. Susu bisa diberikan dua hingga tiga kali sehari. Selain itu, hanya air putih yang boleh diberikan di antara waktu makan. Pengaturan waktu makan yang teratur dapat membantu menciptakan rutinitas yang baik bagi anak, sehingga mereka lebih mudah mengenali kapan waktu makan tiba.
Ciptakan Lingkungan yang Menyenangkan Suasana makan yang menyenangkan sangat penting untuk mendukung anak agar mau makan. Hindari paksaan untuk makan dan jangan menggunakan makanan sebagai hadiah. Pastikan tidak ada distraksi, seperti mainan, televisi, atau perangkat elektronik, saat waktu makan. Lingkungan makan yang tenang dan fokus akan membuat anak lebih nyaman dan bersemangat untuk makan.
Dorong Anak untuk Makan Sendiri Pada usia tertentu, sangat penting untuk mendorong anak makan sendiri. Jika anak menunjukkan tanda-tanda tidak ingin makan, seperti mengatupkan mulut, memalingkan kepala, atau menangis, tawarkan kembali makanan secara netral, tanpa membujuk atau memaksa. Jika setelah 10-15 menit anak tetap menolak makan, lebih baik akhiri proses makan tersebut dan coba lagi di waktu lain.
Pemberian Makanan Sesuai Usia Pemberian makanan yang sesuai dengan usia anak, terutama terkait dengan tekstur makanan, sangat penting. Beberapa orang tua mengeluhkan bahwa anak mereka tidak dapat mengonsumsi makanan dengan tekstur yang sesuai dengan usianya, seperti anak usia satu tahun yang hanya dapat mengonsumsi makanan lumat atau diblender. Pada anak yang sehat dengan perkembangan normal, hal ini umumnya disebabkan oleh kurangnya latihan oromotor pada periode kritis, yaitu usia 6-12 bulan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperkenalkan makanan dengan tekstur yang sesuai usia agar kemampuan mengunyah dan menelan anak berkembang dengan baik.
Mengatasi masalah makan pada anak memerlukan pendekatan yang tepat dari orang tua.
Dengan mengikuti feeding rules, menciptakan lingkungan makan yang menyenangkan, mendorong anak untuk makan sendiri, serta memberikan makanan yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak, masalah makan seperti kurangnya nafsu makan, picky eating, atau gangguan makan lainnya dapat diatasi.
Selain itu, orang tua juga harus lebih memahami pentingnya menghindari inappropriate feeding practice agar anak dapat tumbuh dengan pola makan yang sehat dan berkembang dengan baik.
***
